Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Serbu Tepi Barat, Tiga Warga Palestina Terluka dan Puluhan Diculik

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 20 Januari 2026 - 17:20 WIB

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:20 WIB

5 Views ㅤ

Ilustrasi: pasukan Israel memblokir jalan di Tepi Barat. (Foto: WAFA)

Tepi Barat, MINA – Militer Zionis Israel kembali melakukan serangkaian serangan militer di wilayah Tepi Barat, Selasa (20/1), yang mengakibatkan tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, terluka dan puluhan lainnya diculik oleh pasukan pendudukan dalam penyerbuan di beberapa kota utama.

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, militer Israel menyerbu Beit Furik di timur Nablus, menembaki rumah-rumah dan warga sipil dengan peluru tajam, gas air mata, dan granat kejut, sehingga seorang anak usia 14 tahun menderita luka tembak di bahu dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Di pagi dini hari waktu setempat, pasukan Zionis Israel juga melakukan menyerbu kota Bethlehem, di mana setidaknya 33 warga Palestina ditangkap dan dua pria muda mengalami luka akibat serangan fisik oleh tentara Zionis Israel.

Selain itu, serangkaian penggerebekan dan penangkapan juga tercatat dilakukan militer Israel di al-Khalil (Hebron) dengan menahan sejumlah tokoh dari keluarga-keluarga terkenal, serta di Ramallah dan Salfit, beberapa rumah dirusak dan warga dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Penyerbuan militer ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat di seluruh wilayah jajahan.

Aksi serupa sebelumnya telah dilaporkan berulang kali oleh Pusat Informasi Palestina, serangan dan pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Zionis Israel di Gaza dan Tepi Barat terus berlanjut, menyebabkan penderitaan rakyat Palestina.

Penggerebekan dan penangkapan massal oleh militer Israel kerap memicu kecaman dari organisasi masyarakat sipil internasional yang menyebut praktik tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda