VATIKAN, MINA – Paus Leo XIV mengkritik serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai “perang yang adil” (just war).
Pemimpin Gereja Katolik sedunia itu kembali menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat menanggapi perkembangan perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Anadolu melaprokan, Ahad (7/6).
Menurutnya, perang modern dengan kemampuan persenjataan yang sangat destruktif telah melampaui batas-batas moral yang selama ini digunakan untuk membenarkan penggunaan kekuatan militer.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Paus menilai konsep “perang yang adil” yang berkembang dalam tradisi pemikiran klasik tidak dapat digunakan begitu saja untuk membenarkan operasi militer saat ini.
Ia menekankan bahwa dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh perang modern sangat besar, terutama terhadap warga sipil yang sering menjadi korban utama konflik bersenjata.
Sejak pecahnya ketegangan antara Washington dan Teheran, Vatikan berulang kali menyerukan penghentian aksi militer dan mendorong semua pihak kembali ke jalur diplomasi.
Paus Leo XIV juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik berisiko memperluas instabilitas di Timur Tengah dan memperburuk kondisi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sikap Paus tersebut menambah suara kritik internasional terhadap penggunaan kekuatan militer sebagai solusi konflik. Sejumlah negara dan organisasi internasional juga terus mendorong upaya perundingan guna mencegah meluasnya perang yang dapat berdampak pada keamanan regional maupun global.
Pengamat menilai pernyataan Paus Leo XIV memiliki bobot moral yang signifikan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap konflik Iran.
Dengan posisinya sebagai pemimpin lebih dari satu miliar umat Katolik, seruan Vatikan untuk mengedepankan dialog dan perdamaian dipandang dapat memperkuat tekanan internasional agar pihak-pihak yang bertikai mengutamakan solusi politik dibanding konfrontasi militer. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic