New York, MINA – PBB menyambut baik pembukaan kembali Penyeberangan Rafah dan menekankan perlunya memfasilitasi pergerakan warga sipil yang aman dan sukarela masuk dan keluar Gaza sesuai dengan hukum internasional.
Juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, pada Senin (2/2) mengatakan bahwa pasokan bantuan kemanusiaan yang memadai harus diizinkan masuk ke Gaza melalui Rafah dan penyeberangan lainnya. Palinfo melaporkan.
Sementara itu, Ramiz Alakbarov, Koordinator tetap PBB di wilayah Palestina yang diduduki, menyebut pembukaan kembali Penyeberangan Rafah di kedua arah sebagai langkah penting yang konsisten dengan fase pertama perjanjian gencatan senjata, sambil menyerukan perluasan dan keberlanjutan akses kemanusiaan.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pihaknya mendukung upaya evakuasi medis, dengan pasien dipindahkan ke Mesir melalui Rafah dan yang lainnya melalui penyeberangan Karm Abu Salem, yang tetap berada di bawah kendali Israel.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dujarric mengatakan badan-badan PBB telah melakukan penilaian awal terhadap jalan dan rute evakuasi, dan mencatat bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan telah mendirikan area penerimaan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, yang menyediakan dukungan psikososial, layanan perlindungan, makanan, informasi, dan akses internet bagi para pengungsi yang kembali.
PBB juga menyatakan keprihatinan atas serangan udara Israel yang terus berlanjut dan laporan kematian warga sipil di Gaza selama dua hari terakhir, menggarisbawahi urgensi untuk memastikan akses kemanusiaan yang tidak terhalang.
Rafah tetap menjadi satu-satunya penyeberangan untuk pergerakan warga sipil antara Gaza dan Mesir dan jalur kehidupan yang sangat penting, di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung setelah genosida Israel terhadap Jalur Gaza. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic