New York, MINA – Para pakar PBB menyatakan, rekonstruksi di Jalur Gaza tidak dapat berhasil tanpa mengakhiri pendudukan Israel dan memastikan upaya pembangunan kembali berakar pada hak asasi manusia serta penentuan nasib sendiri oleh rakyat Palestina
Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (30/4), para pakar tersebut mengatakan pendudukan harus diakhiri dan perampasan serta diskriminasi terhadap warga Palestina harus dihentikan agar pembangunan kembali memiliki peluang nyata untuk berhasil.
Berdasarkan Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Cepat Gaza, lebih dari 371.000 unit rumah telah hancur atau rusak, 1,9 juta orang mengungsi, dan lebih dari 60 persen penduduk masih kehilangan tempat tinggal, dengan kebutuhan rekonstruksi diperkirakan mencapai lebih dari 71 miliar dolar AS.
Para pakar memperingatkan bahwa rekonstruksi harus inklusif, partisipatif, transparan, dan akuntabel, dengan rakyat Palestina membentuk keputusan sesuai dengan hak mereka atas penentuan nasib sendiri di bawah hukum internasional.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Mereka juga mempertanyakan siapa yang akan mengawasi rekonstruksi dan apakah usulan Dewan Perdamaian dari Presiden AS Donald Trump konsisten dengan hukum internasional.
Para pakar menyerukan kepada negara-negara dan para donatur untuk menempatkan hak asasi manusia sebagai pusat rekonstruksi Gaza, memperingatkan bahwa kegagalan melakukannya berisiko memperkuat ketidakadilan dan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina selama beberapa generasi.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic