Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PCHR: Krisis Natrium Bikarbonat Ancam Nyawa 650 Pasien Gagal Ginjal di Gaza

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 5 Juli 2026 - 19:44 WIB

Ahad, 5 Juli 2026 - 19:44 WIB

13 Views ㅤ

(Foto: Xinhua)

Gaza, MINA – Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) memperingatkan bahwa krisis natrium bikarbonat di Gaza mengancam nyawa hampir 650 pasien gagal ginjal yang bergantung pada cuci darah (dialisis).

Mengutip Palinfo pada Ahad (5/7), PCHR mengatakan bahwa persediaan natrium bikarbonat, bahan penting untuk proses dialisis, hampir habis. Akibatnya, rumah sakit terpaksa mengurangi waktu dan jumlah sesi cuci darah bagi para pasien.

PCHR menjelaskan, berkurangnya layanan dialisis dapat menyebabkan kondisi pasien memburuk dan meningkatkan risiko kematian.

Menurut PCHR, krisis natrium bikarbonat di Gaza bukan hanya masalah kekurangan obat atau bahan medis. Kondisi ini merupakan bagian dari memburuknya sistem kesehatan di Gaza akibat perang dan blokade yang terus berlangsung.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Lembaga itu menyebut banyak rumah sakit rusak, tenaga kesehatan menjadi korban, dan pasokan obat-obatan serta alat kesehatan sulit masuk ke Jalur Gaza.

Akibatnya, pasien yang membutuhkan perawatan rutin, termasuk pasien gagal ginjal, semakin sulit mendapatkan pengobatan.

PCHR menambahkan, sejak 7 Oktober 2023, serangan militer Israel telah membuat sebagian besar rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Gaza tidak dapat beroperasi.

Selain mengalami serangan, rumah sakit juga kekurangan bahan bakar, peralatan medis, dan suku cadang.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Menurut PCHR, lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan di Gaza telah rusak, baik sebagian maupun seluruhnya.

PCHR mendesak masyarakat internasional segera bertindak untuk memastikan pasokan medis, termasuk natrium bikarbonat, dapat masuk ke Gaza agar nyawa para pasien gagal ginjal dapat diselamatkan.

“Intervensi internasional yang mendesak bukan lagi sekadar keharusan moral, tetapi juga kewajiban hukum dan kemanusiaan untuk melindungi hak atas hidup dan kesehatan,” tegas PCHR.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda