Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat Uni Eropa: Kekerasan Israel di Tepi Barat Jadi Perhatian Utama

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 14 Juni 2026 - 10:21 WIB

Ahad, 14 Juni 2026 - 10:21 WIB

38 Views ㅤ

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. (The Brussels Times)

Paris, MINA – Menyoroti masalah kekerasan pendudukan Israel di Tepi Barat, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Jumat (12/6) mengatakan hal ini telah menjadi “prioritas utama” para menteri luar negeri Uni Eropa.

Ia menambahkan bahwa masalah ini akan dibahas lagi pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa yang dijadwalkan pada Senin mendatang.

Ia menyuarakan keprihatinan atas memburuknya situasi di Tepi Barat yang diduduki, memperingatkan bahwa penjajah Israel memperluas permukiman ilegal dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya sementara kekerasan terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban yang memadai, lapor Anadolu.

“Situasi di Tepi Barat sama mengkhawatirkannya. Permukiman ilegal Israel terus meluas dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kekerasan pemukim meningkat tanpa pertanggungjawaban yang memadai,” kata Kallas pada forum “Seruan Paris untuk Solusi Dua Negara, Perdamaian dan Keamanan Regional” di ibu kota Prancis.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Kallas menegaskan kembali bahwa solusi dua negara tetap menjadi “satu-satunya jalan yang layak” untuk mencapai perdamaian dan stabilitas abadi di Timur Tengah dan memastikan bahwa baik warga Palestina maupun Israel dapat hidup dalam “keamanan, martabat, dan perdamaian.”

Merujuk pada Gaza, ia mengatakan bahwa meskipun ada gencatan senjata dan adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, situasinya tetap rapuh.

“Israel harus menarik pasukannya dan memastikan pembukaan kembali penyeberangan sepenuhnya. Bantuan kemanusiaan harus mengalir ke Gaza tanpa hambatan, dan upaya pemulihan harus dimulai,” kata Kallas. []

 

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda