Jakarta, MINA – Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza mulai menjadi perhatian publik setelah pemerintah menyebut angka ribuan personel yang kemungkinan akan diterjunkan, meski Kementerian Pertahanan menegaskan keputusan akhir masih dalam proses pembahasan.
Pemerintah Indonesia membuka peluang mengerahkan ribuan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Jalur Gaza untuk mendukung misi perdamaian internasional yang digagas Board of Peace, meskipun sejumlah detil masih dalam tahap pembicaraan intensif.
Kebijakan ini muncul di tengah dinamika geopolitik kawasan serta keterlibatan Indonesia dalam upaya stabilisasi pascakonflik di Palestina.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi kemungkinan kontribusi sekitar 8.000 personel TNI, angka yang masih bisa berubah tergantung hasil negoisasi dengan pihak internasional dan keputusan akhir pemerintah.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menjelaskan jumlah akhir, lokasi penempatan, dan mekanisme operasi masih dibahas menjelang pertemuan Board of Peace pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari mendatang.
Persiapan pasukan sudah memasuki tahap koordinasi dan screening personel yang berpengalaman dalam operasi kemanusiaan dan rekonstruksi. Meski disebutkan jumlah tersebut mengacu pada satu brigade, belum ada kepastian tentang besaran unit atau wilayah spesifik di Gaza yang akan menjadi lokasi tugas mereka jika misi itu benar-benar disetujui.
TNI sendiri menunjukkan kesiapan untuk mengirim pasukan sesuai permintaan, dengan opsi jumlah yang akan diputuskan pada akhir Februari setelah persetujuan presiden.
Sejumlah pejabat menegaskan bahwa keputusan final mengenai kontribusi Indonesia akan diambil setelah mandat internasional dan aturan operasional jelas, termasuk status pasukan dalam struktur international stabilisation force (ISF).
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Langkah ini sejalan dengan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, sebuah forum internasional dalam kerangka rencana perdamaian yang juga didukung oleh Amerika Serikat dan negara lain.
Meskipun sejumlah negara belum menyatakan komitmen pengiriman pasukan, Indonesia dipandang sebagai salah satu kandidat kuat bagi misi tersebut berkat dukungan historisnya terhadap isu Palestina dan pengalaman dalam operasi perdamaian global.
Ide pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza mengikuti pembentukan Board of Peace dan rancangan kekuatan stabilisasi internasional yang diusulkan untuk mendukung transisi pascakonflik Palestina.
Indonesia sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam operasi perdamaian PBB dan menjaga hubungan diplomatik yang kuat di berbagai forum global, meskipun keputusan final terkait keterlibatan militer akan mempertimbangkan mandat internasional, keamanan personel, serta dukungan domestik dan internasional. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic