Yerusalem, MINA – Pemerintah Kota Yerusalem memperingatkan tentang kampanye media sosial yang diluncurkan oleh kelompok-kelompok ekstremis kuil Yahudi, yang menghasut pengikut dan pendukung mereka untuk menyerbu Masjid Aqsa secara massal.
Seperti dikutip dari Palinfo, Senin (20)4) para ekstremis Yahudi juga akan mengibarkan bendera Israel di dalam Masjidil Aqsa pada Rabu (22/4) mendatang untuk menandai “Hari Kemerdekaan” (pendudukan Palestina).
Dalam sebuah pernyataan, Pemerintah Yerusalem mengutuk langkah yang direncanakan ini sebagai provokatif dan sangat berbahaya serta menekankan bahwa itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian Islam Masjid dan upaya untuk secara paksa memberlakukan fakta baru di tempat suci tersebut.”
Pemerintah Yerusalem menegaskan bahwa kampanye ini adalah bagian dari rencana terorganisir yang dipimpin oleh otoritas pendudukan Israel, dengan partisipasi para pemukim, yang bertujuan untuk menguasai sepenuhnya Masjid Aqsa melalui tur dan pelanggaran yang diintensifkan serta memberlakukan fakta baru di lapangan, sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi serta konvensi internasional.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Pemerintah Yerusalem mengabaikan klaim kedaulatan yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk membenarkan pelanggaran mereka di Masjid Aqsa, menyebutnya sebagai penipuan tercela.
Pemerintah Yerusalem menambahkan bahwa klaim semacam itu tidak akan pernah memberikan legitimasi apa pun kepada pendudukan Israel di Masjid Aqsa dan menegaskan bahwa secara keseluruhan, tetap menjadi hak eksklusif bagi umat Islam.
Pemerintah Yerusalem menyerukan tindakan internasional yang mendesak dan efektif untuk mengekang pelanggaran pendudukan Israel terhadap Masjid Aqsa dan upayanya untuk menguasainya secara paksa.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic