Gaza, MINA – Para ketua dewan lokal dan dewan permukiman ilegal Israel mengunjungi Jalur Gaza pada Rabu (26/8), menyerukan pembatasan lebih ketat terhadap wilayah kantong tersebut dan kelanjutan operasi militer.
Para pemimpin permukiman tersebut didampingi Kepala Komando Selatan Israel, Mayor Jenderal Yaniv Asor, dan Komandan Divisi Gaza, Brigadir Jenderal Liron Bitito. Middle East Monitor melaporkan.
Media Israel mengutip Wali Kota Sderot, Alon Davidi, yang mengatakan setelah kunjungan tersebut: “Solusinya di sini adalah terus menyerang Hamas setiap saat, dan kita harus mempertimbangkan ‘garis kuning’ sebagai titik awal serangan.”
Davidi secara eksplisit menyerukan penggunaan kelaparan sebagai senjata terhadap warga Palestina di Gaza, dengan mengatakan: “Kita harus menyerang mereka yang meluncurkan drone dan layang-layang serta melenyapkan para militan. Ini adalah satu-satunya cara untuk menang.
Baca Juga: Hilal Ahmar Palestina Evakuasi 40 Pasien dari Jalur Gaza
“Bahkan jika kita harus memberikan tekanan dengan mencegah masuknya makanan dan menjatuhkan sanksi sipil, mirip dengan apa yang berhasil dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran, kita bisa melakukan hal yang sama di Gaza,” tambahnya.
Davidi juga mengatakan bahwa 3.000 unit rumah permukiman telah terjual di Sderot hanya dalam waktu dua pekan; ia menyebut hal ini sebagai “kemenangan yang sesungguhnya” dan mendesak pemerintah Israel untuk terus mengejar Hamas dan Hizbollah “hingga tuntas”.
Para pemimpin permukiman tersebut menerima pengarahan keamanan dari perwira senior Israel mengenai operasi militer yang sedang berlangsung di dalam Gaza untuk “melindungi permukiman” dan menangani ancaman yang terus berlanjut di sepanjang wilayah perbatasan.
Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh ketua dewan permukiman Eshkol serta para ketua dewan Sdot Negev dan Sha’ar HaNegev.[]
Baca Juga: Jawa Tengah Borong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026, Pemprov Siapkan Kawasan Industri Halal
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jutaan Warga Amerika Bersiap Gelar Protes Massal Pekan Ini Lawan Kebijakan Trump
















Mina Indonesia
Mina Arabic