Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengatakan, berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait, dampak bencana kali ini tergolong masif dan meluas.
“Kerusakan masif menyentuh sektor infrastruktur, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga perumahan rakyat dengan total estimasi kerugian mencapai Rp18,37 triliun,” ujar Surya, Senin (22/12).
Menurut Surya, banjir dan tanah longsor telah menyebabkan rusaknya jalan, jembatan, fasilitas umum, serta lahan pertanian produktif milik masyarakat. Selain itu, ribuan rumah warga terdampak, baik mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Pemerintah Provinsi Sumut, lanjut Surya, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan lanjutan secara lebih rinci. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Pemprov Sumut juga berencana mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak, khususnya dalam perbaikan infrastruktur vital dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Surya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic