Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama Kali Terjadi, Pemukim Israel Diizinkan Bawa Kitab Doa Yahudi ke Masjid Al-Aqsa

Redaksi Editor : Arif R - Senin, 17 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:47 WIB

22 Views ㅤ

Para pemukim Yahud melakukan ritual keagamaan dengan membaca kitab-kitab doa Yahudi ketika berada di halaman Masjid Al-Aqsa pada Ahad. (FOTO: Quds Press)

Yerusalem, MINA — Untuk pertama kalinya, otoritas pendudukan Israel dilaporkan mengizinkan pemukim Yahudi yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa membawa dan menggunakan kitab doa Yahudi di halaman masjid.

Informasi tersebut diungkapkan Quds Press, Ahad (16/8) dengan mengutip sumber-sumber berbahasa Ibrani. Perkembangan ini disebut sebagai langkah terbaru dalam serangkaian kebijakan yang dinilai berupaya mengubah status quo di kompleks Masjid Al-Aqsa, di tengah meningkatnya aktivitas pemukim dan dorongan terhadap proses Yahudisasi di situs suci umat Islam tersebut.

Menurut laporan Quds Press, para pemukim melakukan ritual keagamaan dengan membaca kitab-kitab doa Yahudi ketika berada di halaman Masjid Al-Aqsa pada Ahad.

Sebelumnya, polisi pendudukan Israel disebut biasanya mengusir atau menahan pemukim Yahudi yang kedapatan melakukan ibadah di kompleks Al-Aqsa. Namun, kebijakan tersebut dilaporkan mengalami pelonggaran dalam sekitar tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Perubahan itu berlangsung seiring dengan meningkatnya tekanan dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan, agar pemukim Yahudi diperbolehkan melakukan ibadah di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Foto Pemukim Berdoa di Al-Aqsa

Seorang jurnalis dan aktivis sayap kanan Yahudi, Arnon Segal, pada Ahad mengunggah foto yang memperlihatkan sejumlah pemukim sedang berdoa di halaman Masjid Al-Aqsa sambil membaca kitab doa Yahudi.

Dalam foto tersebut, tampak sejumlah handuk diletakkan di lantai di hadapan para pemukim. Menurut laporan tersebut, handuk itu digunakan sebagai alas ketika mereka melakukan ritual sujud dalam rangkaian doa Yahudi.

Segal menyebut perkembangan tersebut sebagai sebuah langkah yang bersejarah. Ia juga menulis bahwa belum ada pernyataan resmi mengenai kebijakan tersebut, tetapi foto itu menunjukkan adanya upaya untuk memastikan praktik tersebut dapat berlangsung di kompleks Al-Aqsa.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Ha’aretz Ungkap Izin Polisi

Surat kabar Israel berbahasa Ibrani, Ha’aretz, dalam edisi yang terbit pada Senin, turut mengutip pernyataan Segal serta seorang aktivis lain yang identitasnya tidak disebutkan.

Keduanya menyatakan bahwa polisi pendudukan Israel telah mengizinkan para pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa buku-buku doa Yahudi.

Jika laporan tersebut terkonfirmasi sebagai kebijakan yang diterapkan secara resmi, perkembangan ini menandai perubahan penting dalam praktik pengawasan terhadap aktivitas keagamaan pemukim di kompleks Al-Aqsa.

Status Quo Al-Aqsa

Kompleks Masjid Al-Aqsa selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Palestina-Israel. Status quo yang berlaku mengatur aktivitas keagamaan di kawasan tersebut dan selama bertahun-tahun menjadi isu yang mendapat perhatian luas.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Menurut laporan Quds Press, izin membawa dan menggunakan kitab doa Yahudi di dalam kompleks masjid dipandang sebagai bagian dari perubahan bertahap terhadap praktik yang sebelumnya diberlakukan terhadap pemukim Yahudi.

Perkembangan tersebut terjadi ketika kunjungan dan aktivitas pemukim di kompleks Al-Aqsa terus menjadi sumber ketegangan di Yerusalem Timur yang diduduki.

Laporan mengenai penggunaan kitab doa Yahudi ini kembali menyoroti kekhawatiran Palestina mengenai upaya mengubah karakter dan status quo Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs suci utama bagi umat Islam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda