Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penetapan Idul Fitri 2026 di Indonesia Berpotensi Kembali Beda

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 24 Februari 2026 - 09:34 WIB

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:34 WIB

99 Views ㅤ

Rukyatul Hilal di Indonesia (foto: Kemenag RI)

Jakarta, MINA – Penetapan tanggal Idul Fitri 1447 H/2026 M di Indonesia diperkirakan kembali tidak seragam antara pemerintah dan sejumlah organisasi Islam di Indonesia seiring perbedaan kriteria hilal yang digunakan dalam menentukan awal bulan Syawal.

Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memperkirakan bahwa pada saat Sidang Isbat penetapan awal Syawal yang dijadwalkan pemerintah, kondisi hilal pada sore hari kemungkinan belum memenuhi standar visibilitas yang diterapkan.

Apabila hilal belum terlihat meskipun sudah memasuki waktu rukyat, 1 Syawal 1447 H berpotensi ditetapkan lebih mundur dari prediksi.

Sebelumnya, organisasi Islam terbesar Muhammadiyah telah lebih dulu mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Ketetapan ini merujuk pada metode perhitungan hisab hakiki dengan acuan kalender Hijriyah Global Tunggal yang dipakai Persyarikatan Muhammadiyah.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menentukan secara resmi tanggal Idul Fitri melalui Sidang Isbat. Forum ini melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli falak dan perwakilan organisasi Islam, yang menilai hasil hisab dan kemungkinan rukyatul hilal untuk menyepakati awal Syawal 1447 H.

Perbedaan pendekatan dalam penetapan awal bulan juga terjadi sebelumnya pada awal Ramadan 1447 H/2026 M, di mana sebagian pihak menetapkan Ramadan dimulai pada tanggal yang berbeda. Perbedaan tersebut menunjukkan dinamika interpretasi hilal yang masih menjadi bagian dari praktik keagamaan di Indonesia.

Meski tanggal pasti Idul Fitri belum ditetapkan oleh pemerintah, potensi variasi penetapan ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat Muslim yang tengah mempersiapkan jadwal mudik, ibadah, dan tradisi keluarga menjelang hari kemenangan tersebut.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Dalam sistem kalender Hijriyah, penentuan awal bulan bergantung pada observasi hilal (rukyat) dan/atau perhitungan astronomi (hisab).

Di Indonesia, metode ini diputuskan melalui Sidang Isbat oleh pemerintah. Perbedaan kriteria tersebut dapat menghasilkan tanggal yang berbeda untuk awal bulan puasa Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri di beberapa kelompok masyarakat.

Sementara, sebagian kaum Muslimin di Indonesia berpedoman kepada rukyat global, yakni jika suatu negara sudah melihat hilal, maka itu berlaku untuk wilayah lainnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Kolom
Palestina
Palestina
Puluhan ribu warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di seluruh Jalur Gaza pada Jumat (20/3/2026). (Foto; PIC)
Palestina