Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pezeshkian di PBB: Angkat Foto Khamenei dan Anak-Anak Korban, “Kami Korban Terorisme”

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 24 September 2026 - 06:17 WIB

Kamis, 24 September 2026 - 06:17 WIB

35 Views ㅤ

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (UN News)

New York, MINA — Dari podium pbb/">Majelis Umum PBB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato yang mengguncang.

Ia mengangkat foto mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menurutnya “dibunuh tanpa kerangka hukum atau alasan hukum” dalam serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu.

Namun, ia tidak berhenti di situ. Pezeshkian kemudian menunjukkan gambar anak-anak yang ia duga tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dan gedung olahraga, bersama dengan foto-foto makam mereka.

“Mereka tidak bersalah. Mereka tidak melakukan kejahatan apa pun,” tegasnya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (23/9).

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

“Kami telah menjadi korban terorisme,” ujarnya.

Iran Tidak Pernah Menyerang

Pezeshkian menegaskan bahwa selama dua abad terakhir, Iran tidak pernah menyerang negara atau wilayah lain. Ia menolak tuduhan bahwa Iran menjadi sumber ketidakstabilan regional.

“Kami tidak menundukkan kepala. Kami merespons, tetapi tidak mengenai populasi sipil,” katanya.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Pernyataan ini menjadi bantahan langsung terhadap narasi AS dan Israel yang menuduh Iran sebagai aktor destabilisasi di Timur Tengah.

Nuklir: Standar Ganda yang Tak Tertahankan

Presiden Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Iran mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, bukan untuk senjata.

“Bagi rakyat kita yang sakit, ini adalah pengobatan, bagi sektor pertanian, ini adalah ketahanan pangan, dan bagi industri, ini adalah kemajuan,” lanjutnya.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Namun, ia dengan tegas mengutuk “standar ganda” dalam isu pengembangan nuklir. Ia menyoroti bahwa Israel, yang bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), memiliki senjata pemusnah massal namun belum pernah diperiksa.

“Senjata nuklir ada di Israel, tapi para inspektur ada di Iran. Israel membunuh, tetapi Iran dikenai sanksi,” tegasnya.

Dukungan Tak Terputus untuk Palestina

Pezeshkian juga menekankan dukungannya kepada rakyat Palestina. Ia mengatakan bahwa 80.000 warga sipil tak bersalah di Gaza telah “dibunuh secara brutal,” dan ratusan ribu telah mengungsi.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

“Mereka melakukan genosida, lalu mereka melabeli yang lain sebagai teroris,” katanya, merujuk pada Israel.

“Mereka yang telah melakukan terorisme, apakah mereka pelindung perdamaian dan stabilitas? Mereka tidak mematuhi hukum internasional manapun.”

Membalikkan Narasi

Pidato Pezeshkian di PBB merupakan upaya membalikkan narasi yang selama ini didominasi oleh AS dan Israel. Selama bertahun-tahun, Iran dilabeli sebagai “poros setan” dan sumber terorisme. Kini, dari podium tertinggi PBB, Presiden Iran justru menuding AS dan Israel sebagai pelaku terorisme yang sebenarnya.

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Ini adalah momen diplomatik yang berani, dan mungkin berisiko. Namun, bagi Pezeshkian, ini adalah kesempatan untuk menyuarakan apa yang ia yakini sebagai kebenaran yang selama ini dibungkam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Rekomendasi untuk Anda