Gaza, MINA – Kepala Biro Politik Hamas, Khalil Al-Hayya, melakukan serangkaian komunikasi dengan para mediator gencatan senjata menyusul perkembangan berbahaya dan meningkatnya serangan militer Zionis Israel di Jalur Gaza.
Kantor Al-Hayya dalam pernyataan pada Sabtu (19/9) menyebutkan, ia juga mengirim pesan kepada sejumlah negara Arab dan negara sahabat untuk memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza menjelang musim dingin.
Al-Hayya menyoroti masih terhambatnya masuknya alat berat dan peralatan yang diperlukan untuk mengangkat reruntuhan serta mengamankan bangunan-bangunan yang terancam runtuh.
Menurutnya, Zionis Israel juga terus menghalangi masuknya karavan tempat tinggal, tenda pengungsian, serta perlengkapan untuk menghadapi cuaca dingin dan hujan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kondisi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga Palestina harus bertahan di tempat-tempat pengungsian yang tidak aman dan terbuka terhadap ancaman cuaca buruk.
Al-Hayya juga memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel di Jalur Gaza, disertai pelanggaran di Tepi Barat dan kompleks Masjid Al-Aqsa, semakin mempersempit peluang terciptanya ketenangan dan stabilitas.
Ia menyerukan agar masyarakat internasional memberikan tekanan yang diperlukan kepada pihak penjajah Zionis Israel untuk memenuhi komitmen-komitmennya berdasarkan rencana Gaza yang didukung pemerintahan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza terus meningkat, sementara kerusakan infrastruktur, keterbatasan tempat tinggal, dan ancaman musim dingin memperburuk kondisi warga Palestina yang masih terdampak agresi militer Zionis Israel.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic