Jakarta, MINA – Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat (AS) sampai melakukan serangan militer terhadap Greenland, yang merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, hal itu berpotensi menghancurkan aliansi militer NATO yang telah menjadi fondasi keamanan transatlantik sejak Perang Dunia II.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan minatnya terhadap pulau strategis tersebut. Anadolu melaporkan, Kamis (8/1).
Frederiksen menyampaikan kekhawatirannya melalui wawancara dengan media lokal Denmark, di mana ia menegaskan bahwa serangan terhadap Greenland akan menjadi serangan terhadap anggota NATO lainnya.
“Jika AS memilih untuk menyerang secara militer negara anggota NATO lain, maka semuanya akan berhenti – termasuk NATO dan keamanan yang telah dibangun sejak perang,” ucapnya tegas.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Pernyataan keras itu dilatarbelakangi oleh serangkaian komentar dari Presiden Trump yang menyatakan bahwa AS memiliki kepentingan kuat terhadap Greenland, termasuk alasan keamanan nasional dan pengaruh terhadap rival strategis seperti Rusia serta China.
Beberapa pejabat AS bahkan tidak sepenuhnya menutup kemungkinan penggunaan opsi militer untuk mencapai tujuan tersebut.
Respons dari Denmark mendapat dukungan luas dari negara-negara Eropa lainnya. Pemimpin beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, menekankan bahwa Greenland bukan untuk dijual dan masa depan wilayah itu seharusnya ditentukan oleh pemerintah dan rakyat Denmark sendiri.
Pernyataan tersebut menunjukkan solidaritas kuat lintas negara atas kedaulatan wilayah otonom itu.
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
Meski begitu, Gedung Putih melalui juru bicaranya menegaskan bahwa Washington tetap berkomitmen pada aliansi NATO sekaligus menilai diskusi terkait Greenland masih berlangsung.
Opsi pembelian secara diplomatis disebut lebih diutamakan, namun keterlibatan militer tetap disebut sebagai kemungkinan yang tidak bisa sepenuhnya dieliminasi oleh pejabat AS.
Greenland memiliki posisi geografis strategis di Kawasan Arktik dengan sumber daya mineral yang melimpah, membuatnya menjadi perhatian geopolitik global. Meskipun wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, ia memiliki pemerintahan otonom sendiri.
Ketegangan politik ini mencuat setelah Trump kembali menyinggung keinginannya untuk membawa Greenland berada di bawah kendali AS, yang otomatis memicu kekhawatiran serius di Eropa tentang stabilitas aliansi dan prinsip kedaulatan negara anggota NATO. []
Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic