Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Polandia Serukan Warganya Tinggalkan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 20 Februari 2026 - 10:13 WIB

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:13 WIB

26 Views ㅤ

PM Polandia Donald Tusk (foto: Fpik)

Warsawa, Polandia — Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk menarik perhatian dunia setelah mengeluarkan seruan mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras Tusk ini tidak hanya mencerminkan keprihatinan terhadap keselamatan warganya, tetapi juga menegaskan sikapnya yang tegas terhadap konflik yang juga berdampak terhadap rakyat Palestina. Anadolu melaporkan, Jumat (20/2).

Dalam konferensi pers yang digelar di kota Zielonka dekat ibukota Warsawa, Tusk menegaskan bahwa situasi di Iran saat ini berada pada titik rawan dan kemungkinan bentrokan militer besar bisa terjadi dalam hitungan jam.

“Mohon segera tinggalkan Iran dan dalam keadaan apa pun jangan bepergian ke negara ini,” katanya sambil memperingatkan bahwa jendela waktu evakuasi dapat tertutup sangat cepat.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Pemimpin Polandia itu juga menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menghindari eskalasi kekerasan yang kian membayangi kawasan.

Pernyataan Tusk muncul di tengah laporan keterlibatan militer Amerika Serikat yang semakin intens di dekat wilayah Iran, di mana potensi serangan bisa memicu gelombang konflik baru yang berimbas luas termasuk ke isu Palestina.

Beberapa analis politik menilai langkah Tusk mencerminkan keberanian moral seorang pemimpin yang menempatkan keselamatan warga negaranya di atas kepentingan geopolitik lainnya, sekaligus memperlihatkan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang terus menghadapi ancaman kekerasan.

Sorotan terhadap konflik ini menjadi penting karena bisa menentukan arah diplomasi global dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Selain itu, Tusk mengingatkan pengalaman pahit sebelumnya ketika warga negaranya pernah mengabaikan peringatan evakuasi yang berujung pada risiko tinggi terhadap keselamatan mereka.

Sikap tegasnya kini menjadi contoh nyata bagaimana pemimpin negara bertindak cepat dalam situasi krisis sambil tetap menyuarakan harapan besar akan perdamaian dan stabilitas kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda