Polres Jakarta Barat Jadikan Shalat Subuh Berjamaah Media Pemersatu Umat

Fajar belum menyingsing. Suasana halaman Polres Metro Jakarta Barat tampak berbeda dan ramai pada Rabu, 20 Februari.

Tampak para personel Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran melaksanakan kegiatan ibadah shalat subuh berjamaah bersama para personel TNI-Polri, warga, ulama dan majelis taklim se-Jakarta Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri 1.000 jamaah. Di antara jamaah tampak hadir Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi,  Kasdim 0503 JB, kapolsek dan jajaran, KH Mahfudz Asirun yang adalah Pimpinan Ponpes Al Itqon di Cengkareng, ketua dan pengurus MUI Jakarta Barat, ketua dan anggota FKUB Jakbar, dan puluhan da’i kamtibmas se-Jakarta Barat.

Hengki mengutarakan, kegiatan shalat subuh berjamaah – selain merupakan salah satu kewajiban dan untuk mempertebal keimanan – merupakan sebuah sarana media pemersatu di antara umat.

Di sisi lain, lanjutnya, kegiatan ini sebagai bentuk menyatukan visi dan misi dalam menghadapi ancaman dan hambatan yang mengganggu jalannya pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk.

“Sebab dengan shalat subuh berjamaah di pagi hari ini akan membuat pikiran lebih fresh,  sehingga memudahkan semua umat Islam untuk saling bersilaturahmi,” ujar Hengki.

Hengki mengimbau masyarakat untuk menciptakan iklim yang aman, damai, dan sejuk di wilayah hukum Polres Jakarta Barat menjelang pemilu 2019. Ia berharap publik tidak mudah terhasut hoaks, isu SARA, dan radikalisme yang  dapat berakibat pada perpecahan bangsa.

“Kita sama-sama mengatahui Polres Jakarta Barat telah berhasil mengungkap kejahatan yang sangatlah ironi, dari jambret, tawuran, geng motor, sampai prostitusi online, dan narkoba yg melibatkan anak,” kata Hengki.

“Mari kita jaga dan  lindungi anak-anak kita dengan baik dari pergaulan bebas,” ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Mahfudz Asirun  mengapresiasi kepedulian Kapolres Jakarta Barat terhadap maraknya kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur, yang adalah generasi  penerus bangsa.

Dalam tausiahnya, KH. Mahfudz menyampaikan sebuah hadis yang intinya barang siapa yang menjaga shalat subuh dan shalat ashar  akan masuk surga. “Semoga kita yang shalat saat ini masuk  ke dalam surga.”

Ia juga memberikan nasehat tentang penyebab anak remaja melakukan kejahatan dan cara mengatasinya berdasarkan Al-Quran, hadist, dan pendapat para ulama di antaranya peran penting lingkungan keluarga dan lingkungan pergaulan.

Salat berjamaah merupakan salah satu upaya mendatangkan rahmat Allah
dan membuat situasi Jakarta Barat tetap aman dan sejuk khususnya sampai selesai Pemilu 2019.

Di samping itu, ia mendorong para jamaah untuk membina rumah tangga yang baik agar anak-anak menjadi pribadi yang saleh.

“Anak akan mencontoh orang tuanya, beri makan yang halal dan selalu berdoa agar anak-anak kita tidak terpengaruh pergaulan bebas, kejahatan jalanan, dan narkoba,” imbuh KH. Mahfudz.

Usai melaksanakan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan ramah tamah dengan diisi tentang pencerahan dan pengenalan narkoba langsung dari narasumber dengan bintang tamu pelawak Srimulat, Kabul Basuki alias Tessy, yang pernah menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba. (A/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)