Ponpes Shuffah Hizbullah Al-Fatah Kembali Dapat Penghargaan Pesantren Terbaik

Pembina Utama Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, KH. Yakhsyallah Mansur, MA berphoto memegang dua pernghargaan dari dua lembaga independen dalam tahun 2018 ini. Photo : Istimewa.

Bandar Lampung, MINA – Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah kembali mendapatkan penghargaan, kali ini berupa Indonesia School of Quality Award pada kategori The Most Favorite Islamic School in Quality Education Program of The year 2018 dari lembaga independen, Venna (Event Management) dan Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF).

Hal ini disampaikan Supardi, MPdI kepada Mi’raj News Agency (MINA), Kamis, (7/6) sebagai yang mewakili pimpinan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Lampung saat menerima penghargaan tersebut Ballroom Sasono Mulyo, Hotel Le Meridien, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, yang menjadi dasar penilaian adalah pencapaian berkat dedikasi dan perjuangan yang menorehkan prestasi membanggakan, membuka mata, menyentuh hati dan menjadi sumber inspirasi bagi bangsa Indonesia, masyarakat utamanya generasi muda tergugah untuk menciptakan lebih banyak lagi inovasi baru dalam rangka membangun keunggulan bersaing di pasar global.

Sementara, Pembina Utama Ponpes, KH. Yakhsyallah Mansur, MA mengatakan penghargaan ini sepatutnya membuat seluruh civitas akademika menjadi lebih bersyukur dengan meningkatkan kinerja agar lebih baik lagi.

Menurutnya, untuk menentukan pemenang, pemberi penghargaan  terlebih dahulu melakukan penelitian selama satu tahun, dengan juga mewawancara alumni, orang tua, masyarakat sekitar ponpes, ponpes lain, dan pemerintah.

“Alumni merasa puas sekolah di sini bahkan ada yang melanjutkan kuliah ke luar negeri, sementara orang tua santri merasakan pelayanan yang baik dan juga merasakan perubahan mendasar pada anaknya yang sekolah di ponpes ini,” katanya.

Kemudian, lanjutnya,   masyarakat yang merasakan dampaknya pesantren bisa menyatu dengan masyarakat dari segala kelas, kaya miskin. Juga pesantren lain yang mengakui baiknya lembaga pendidikan ini.

Sementara pemerintah tentu merasa terbantu dengan adanya Al-Fatah selain bisa mengentaskan kebodohan, juga merasakan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, image pesantren sebagai pencetak teroris hilang setelah melihat Al-Fatah ini. Demikian Yahsyallah Mansur.

Sebelumnya, pada awal Mei 2018 lalu, Al-Fatah juga menerima penghargaan sebagai lembaga pendidikan Islam terbaik tahun 2018 dari Yayasan Indonesia Achievement Center. Yakhsyallah Mansur selaku Pembina Utama yang menerima penghargaan tersebut langsung di Medan Sumatera Utara. (L/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).

Comments: 0