Jakarta, MINA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti keberadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di kawasan penyangga Ibu Kota sebagai salah satu persoalan yang membuat kualitas udara Jakarta sulit membaik. Ia menilai penanganan polusi tidak cukup hanya dengan membenahi sektor transportasi.
Pramono pada Kamis (20/8) mengakui kualitas udara Jakarta akhir-akhir ini masih berada dalam kondisi buruk dan sempat menempati posisi lima besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari kendaraan bermotor, tetapi juga emisi industri di wilayah sekitar Jakarta.
Salah satu yang disorot Pramono adalah PLTU Suralaya di Banten yang masih menggunakan batu bara. Menurut dia, emisi dari industri dan pembangkit di kawasan penyangga dapat berkontribusi terhadap pencemaran udara di Jakarta sehingga diperlukan penanganan secara lintas wilayah.
Ia mengatakan upaya Pemprov DKI mengurangi emisi transportasi melalui pengembangan transportasi umum dan kendaraan listrik tidak akan maksimal jika sumber emisi dari kawasan aglomerasi tidak ikut dikendalikan. Karena itu, Pramono mendorong koordinasi antara Pemprov DKI, pemerintah daerah sekitar Jakarta dan pemerintah pusat.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Data IQAir juga menunjukkan kualitas udara Jakarta masih berfluktuasi dan beberapa kali masuk jajaran kota besar dengan polusi tertinggi di dunia. Pada 19 Agustus 2026 pukul 23.00, Jakarta tercatat berada di peringkat kedua dengan AQI 159, setelah Kuching, Malaysia. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat menurut klasifikasi AQI IQAir.
Masalah polusi Jakarta memang memiliki banyak sumber. IQAir mencatat emisi kendaraan, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, aktivitas industri, kebakaran lahan serta kondisi cuaca pada musim kemarau dapat memengaruhi konsentrasi PM2.5. Karena itu, pengendalian kualitas udara membutuhkan kebijakan lintas sektor dan lintas wilayah, bukan hanya mengandalkan elektrifikasi transportasi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic