Madrid, MINA – Prancis dan Italia telah bergabung dengan Spanyol dalam menolak tekanan Donald Trump untuk mendukung agresi AS-Israel terhadap Iran, karena perang ilegal yang dilancarkannya kini memasuki pekan kelima.
Spanyol mengatakan pada Senin (30/3) bahwa mereka telah menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam serangan udara terhadap Iran. Langkah ini membuat Trump marah, yang menggambarkan sekutu NATO “pengecut.”
Dilansir dari Press TV, dalam sebuah laporan pada Selasa (31/3), Reuters mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut yang menyatakan bahwa Prancis juga menolak untuk mengizinkan pesawat Israel yang membawa senjata AS untuk melintasi wilayah udaranya. Prancis dilaporkan menolak permintaan tersebut pada akhir pekan.
Presiden AS bereaksi terhadap keputusan tersebut dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada Selasa dengan memperingatkan bahwa Washington “akan mengingatnya.”
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Keputusan di Paris itu terjadi setelah Italia pekan lalu menolak izin bagi pesawat militer AS untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella di Sisilia sebelum menuju ke Asia Barat, menurut laporan tersebut.
Beberapa pesawat pengebom AS dijadwalkan mendarat di pangkalan di Sisilia timur sebelum terbang ke Asia Barat.
Polandia juga baru-baru ini menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memindahkan salah satu baterai Patriot mereka.
Sebelumnya, Washington mengklaim bahwa Warsawa sedang mempertimbangkan untuk mengirim sistem tersebut guna membantu memperkuat pertahanan udara di wilayah tersebut. []
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic