Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Pezeshkian: Iran Hadapi Perang Terbuka dengan Amerika Serikat

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 21 Juli 2026 - 09:21 WIB

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:21 WIB

53 Views ㅤ

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (foto: Dok MINA)

Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini berada dalam situasi perang terbuka dengan Amerika Serikat setelah Washington memperluas operasi militernya ke sejumlah wilayah Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan kedua negara dalam beberapa hari terakhir. Press TV melaporkan, Selasa (21/7)

Menurut Pezeshkian, konfrontasi yang sedang berlangsung merupakan konsekuensi dari sikap Iran yang memilih tetap mempertahankan prinsip perlawanannya terhadap tekanan Amerika Serikat.

Ia menegaskan pemerintah Iran menyadari risiko yang harus dihadapi dan meminta seluruh elemen bangsa untuk bersiap menghadapi situasi tersebut secara realistis.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pada Senin (20/7), militer Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi di Iran yang memiliki instalasi militer dan sistem pertahanan udara.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran adalah Provinsi Bushehr, lokasi berdirinya satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil Iran. Otoritas setempat menyebut beberapa titik di wilayah itu terkena proyektil dalam serangan tersebut.

Eskalasi terbaru ini menandai semakin luasnya keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik yang sebelumnya didominasi oleh ketegangan antara Iran dan Israel.

Serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran memicu kekhawatiran masyarakat internasional akan meluasnya perang ke kawasan Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap jalur energi dan stabilitas regional.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Konflik berkepanjangan dikhawatirkan tidak hanya memperbesar korban jiwa, tetapi juga mengganggu keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Masoud Pezeshkian, yang menjabat sebagai Presiden Iran sejak 2024, kembali menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan militer maupun politik dari Amerika Serikat.
Pernyataannya memperlihatkan sikap Teheran yang tetap memilih mempertahankan posisi politiknya meski menghadapi peningkatan serangan dan tekanan internasional di tengah konflik yang terus berkembang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda