Jakarta, MINA – Pemerintah melalui aparat terkait memprediksi puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Prediksi ini disampaikan sebagai bagian dari upaya antisipasi lonjakan kendaraan setelah masa libur Idul Fitri.
Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan, lonjakan pertama diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret, sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 28 hingga 29 Maret. Pergerakan arus balik yang terbagi ini dipengaruhi oleh kebijakan fleksibilitas kerja serta perbedaan waktu libur masyarakat.
Sejumlah kebijakan rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan, seperti penerapan sistem satu arah (one way), contraflow, serta ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama. Kebijakan tersebut akan diberlakukan secara situasional melihat kondisi di lapangan, terutama di jalur-jalur rawan kemacetan seperti Tol Trans Jawa.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan ribuan posko pengamanan dan pelayanan terpadu selama masa arus mudik dan balik Lebaran. Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan layanan kesehatan, tempat istirahat, serta bantuan darurat bagi para pemudik.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik dan menghindari periode puncak arus balik guna mengurangi risiko kemacetan panjang. Masyarakat juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Di sisi lain, peningkatan mobilitas masyarakat pada masa arus balik diperkirakan berdampak pada tingginya konsumsi bahan bakar dan kepadatan di berbagai moda transportasi, termasuk jalan tol, pelabuhan penyeberangan, dan bandara. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic