Jakarta, MINA — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiagakan 120 petugas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8).
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan dan pergerakan massa di lapangan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, ratusan petugas tersebut dibagi dalam dua sif. Sebanyak 60 personel bertugas pukul 07.00-13.00 WIB, sementara 60 personel lainnya disiagakan pada pukul 13.00-19.00 WIB.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan terdampak diminta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan serta mengikuti arahan petugas.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Dishub membagi pengaturan lalu lintas berdasarkan sejumlah zona. Di kawasan DPR/MPR RI, ruas Jalan Letjen S Parman sisi selatan dari Semanggi hingga Simpang Slipi menjadi salah satu titik yang berpotensi terdampak.
Jika kepadatan meningkat, kendaraan dari arah Cawang menuju kawasan tersebut dapat dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Patal Senayan.
Sementara itu, kendaraan dari Tomang menuju Cawang dapat dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Juanda. Adapun kendaraan dari Blok M menuju Tomang dapat diarahkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika dan Jalan Patal Senayan, atau menggunakan Jalan Gatot Subroto menuju Cawang.
Antisipasi juga dilakukan di sekitar kawasan Istana. Sejumlah ruas yang berpotensi terdampak antara lain Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Dishub menyiapkan 10 titik pengaturan lalu lintas serta empat unit mobil derek yang ditempatkan di Pintu 10, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX.
Kepolisian memastikan rekayasa lalu lintas tidak diberlakukan secara menyeluruh sejak awal, melainkan menyesuaikan kondisi di lapangan. Polda Metro Jaya sebelumnya memperkirakan sekitar 500 peserta akan mengikuti aksi yang terpusat di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, berhati-hati berkendara, serta mengandalkan informasi resmi apabila terjadi perubahan pengaturan lalu lintas selama aksi berlangsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic