Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rafah Akan Dibuka Kembali untuk Perjalanan Terbatas Mulai Rabu

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Senin, 16 Maret 2026 - 11:29 WIB

Senin, 16 Maret 2026 - 11:29 WIB

8 Views

Ilustrasi: perlintasan Rafah. (Gambar: Palestine Social)

Gaza, MINA – Tentara penjajah Israel mengumumkan pada Ahad malam (15/3) bahwa perbatasan Rafah di Gaza selatan akan dibuka kembali sebagian untuk kedua arah mulai Rabu (18/3), tetapi hanya mengizinkan perjalanan individu secara terbatas.

Dalam pernyataan pers yang dikutip Middle East Monitor, militer penjajah Israel berdalih keputusan itu mengikuti penilaian keamanan dan tinjauan kondisi yang memungkinkan operasi di perbatasan dilanjutkan, sambil mempertahankan pembatasan keamanan.

Tentara penjajah Israel menjelaskan, perbatasan akan beroperasi di bawah mekanisme yang sama seperti sebelum penutupan.

Warga Palestina akan diizinkan masuk dan keluar Gaza dengan koordinasi dengan Mesir, setelah mendapatkan persetujuan keamanan sebelumnya dari Israel dan di bawah pengawasan Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa di Rafah.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Prosedur pemeriksaan dan verifikasi tambahan akan dilakukan di pos pemeriksaan yang terletak di daerah kendali militer Israel sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan yang ditetapkan.

Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah sebelumnya memerintahkan penutupan perlintasan Gaza, termasuk Kerem Abu Salem dan Rafah, setelah dimulainya agresi militer Israel-AS terhadap Iran pada 28 Februari.

Penutupan tersebut menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan dan medis ke Gaza pada saat wilayah kantong tersebut menghadapi kondisi kemanusiaan yang memburuk dan kekurangan pasokan dasar yang parah.

Hal ini juga mengganggu perjalanan warga sipil dan mencegah keberangkatan pasien dan korban luka yang menunggu evakuasi medis ke luar negeri.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Otoritas Israel sebelumnya telah membuka kembali sebagian perbatasan Rafah pada awal Februari 2026, memungkinkan sejumlah pasien Palestina dan korban luka meninggalkan Gaza dan beberapa warga Palestina kembali dengan syarat Israel dan setelah persetujuan keamanan, sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Perbatasan Rafah adalah satu-satunya pintu darat yang menghubungkan Jalur Gaza dengan dunia luar tanpa melalui Israel. Perbatasan ini terletak di daerah yang tetap berada di bawah kendali militer Israel sejak Mei 2024, setelah dibuka kembali untuk periode terbatas pada awal 2025.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda