Teheran, MINA – Pemerintah Arab Saudi menyampaikan belasungkawa kepada Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Israel pada 28 Februari lalu.
Ucapan duka dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman disampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat prosesi pemakaman kenegaraan yang berlangsung di Teheran. Arabnews melaporkan, Jumat (3/7).
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan pesan belasungkawa tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Elkhereiji yang hadir sebagai utusan resmi Kerajaan Saudi.
Kehadiran delegasi Riyadh dalam upacara tersebut dipandang sebagai kelanjutan dari upaya normalisasi hubungan kedua negara yang kembali terjalin sejak 2023 setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan diplomatik.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Prosesi pemakaman Ayatollah Khamenei diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Peti jenazah yang diselimuti bendera Iran disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, berdampingan dengan peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Ribuan warga telah memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang memimpin Republik Islam Iran sejak 1989.
Media pemerintah Iran juga menayangkan aksi massa di berbagai kota pada Jumat malam. Para peserta menggelar unjuk rasa dengan meneriakkan slogan-slogan dukungan terhadap Republik Islam Iran serta mengecam Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan memadati jalan-jalan utama Teheran selama puncak prosesi pemakaman yang dimulai Sabtu (4/7).
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Kehadiran delegasi dari Arab Saudi menjadi salah satu sorotan dalam upacara tersebut. Selain Saudi, lebih dari 100 negara dilaporkan mengirimkan perwakilan resmi untuk menghadiri pemakaman, termasuk pejabat tinggi pemerintahan, menteri, pimpinan parlemen, dan utusan organisasi internasional.
Kehadiran mereka mencerminkan besarnya perhatian dunia terhadap dinamika politik Iran pascawafatnya Khamenei.
Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Sebagai otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran, ia memegang kendali atas kebijakan strategis negara, termasuk pertahanan, keamanan, dan hubungan luar negeri. []
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic