Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Masjid di Aceh Utara Kembali Difungsikan Pascabanjir, Perlengkapan Ibadah Masih Minim

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 23 Januari 2026 - 17:42 WIB

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:42 WIB

25 Views ㅤ

UAR membersihkan lumpur sisa banjir di Masjid Istiqomah, Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/25) sebagai bagian dari aksi kemanusiaan untuk memulihkan fasilitas ibadah warga pascabencana. (Foto: UAR)

Aceh Utara, MINA – Sebanyak 264 masjid di Kabupaten Aceh Utara kembali digunakan untuk kegiatan ibadah setelah sebelumnya terendam banjir dan lumpur. Meski bangunan utama telah dibersihkan dan difungsikan, ketersediaan perlengkapan ibadah masih menjadi kendala utama pascabencana.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, mengatakan, seluruh masjid terdampak banjir kini telah aktif kembali berdasarkan laporan Dinas Syariat Islam setempat.

“Seluruh masjid yang terendam banjir sudah berfungsi dan kembali digunakan untuk salat. Lantai dan bagian dalam masjid sudah dibersihkan,” ujar Ayahwa, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, dari total 264 masjid terdampak, sebanyak 124 masjid mengalami kerusakan berat, 19 masjid rusak sedang, dan 121 masjid rusak ringan. Namun demikian, penataan halaman dan pekarangan masjid masih memerlukan penanganan lanjutan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Ayahwa menambahkan, perlengkapan ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, serta pengeras suara masjid belum sepenuhnya terpenuhi dan masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Untuk perlengkapan masjid, saat ini masih sangat kita butuhkan,” katanya.

Menurutnya, seluruh data kerusakan masjid telah disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia dan juga masuk dalam data resmi rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana.

Selain kerusakan rumah ibadah, bencana banjir di Aceh Utara juga mengakibatkan 33.261 warga mengungsi di 137 titik lokasi. Kecamatan Tanah Jambo Aye tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik pengungsian terbanyak, disusul Langkahan, Sawang, Baktiya Barat, dan Lapang. Beberapa kecamatan lain juga masih menampung pengungsi dalam jumlah lebih kecil.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan upaya pemulihan untuk memastikan aktivitas ibadah dan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda