Arafah, MINA – Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Sheikh Dr. Ali Al-Hudhaifi, dalam khutbah Arafah di Masjid Namirah, Al-Mas’ar al-Haram, yang berbatasan dengan Padang Arafah, Selasa (26/5) menekankan bahwa ritual haji merupakan kewajiban utama yang mempersaudarakan semua, memperkuat harmoni, integrasi dan solidaritas di kalangan umat Islam.
“Inilah ibadah yang diikuti jutaan jamaah dari berbagai bangsa, bahasa, warna kulit dan tanah air mereka yang berbeda, dalam bentuk persaudaraan, cinta dan manfaat bersama di mana kejujuran dalam kata-kata dan amal dalam tindakan diintegrasikan. Laporan Al-Youm.
Sheikh Al-Hudhaifi menyerukan kepada semua Muslim untuk mematuhi ketakwaan kepada Allah, karena itu adalah satu-satunya jalan keselamatan di akhirat, mengutip ayat-ayat Al-Qur’an pertama Surat Al-Haji.
“Wahai manusia, kita harus takut kepada Allah, karena Ia akan menyelamatkan kita di akhirat,” ujarnya.
Persiapan terbesar untuk akhirat adalah melalui penyembahan kepada Allah dengan ikhlas, dan meninggalkan ketergantungan pada manusia.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
“Karena itu, dalam haji, tidak ada slogan politik atau seruan partisan, tetapi ketundukan mutlak kepada Allah, mengikuti Nabi-Nya,serta kemurnian di lahir dan batin,” imbuhnya.
Sekitar 1,6 juta jamaah haji kemudian melakukan wukuf di padang Arafah sampai sore. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic