Bener Meriah, MINA — Banjir akibat luapan Sungai Wih Porak di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh melumpuhkan total akses jalan penghubung Bireuen–Takengon, Ahad (5/4) sore.
Pantauan kontributor MINA di lapangan, genangan air yang menutup badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke jalan. Arus air yang deras turut membawa material lumpur dan bebatuan, memperparah kondisi akses transportasi di kawasan tersebut.
Para pengguna jalan terpaksa membatalkan perjalanannya menuju Takengon karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui. Ia menyebut genangan air masih tinggi dan hujan belum reda saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Jalur Wih Porak sendiri selama ini menjadi akses alternatif vital bagi masyarakat, menyusul belum berfungsinya Jembatan Enang-Enang di ruas jalan nasional yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang pada akhir 2025. Kondisi ini membuat ketergantungan masyarakat terhadap jalur alternatif semakin tinggi.
Akibat terputusnya akses tersebut, arus transportasi dan distribusi logistik antara wilayah pesisir dan dataran tinggi Aceh sempat terhenti total. Namun, pada Senin (6/4) dini hari, jalur tersebut mulai dapat dilalui secara terbatas setelah dilakukan penanganan darurat oleh tim terkait dengan pengerahan alat berat.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut, mengingat curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu banjir susulan maupun longsor. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic