Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Tentara Israel Tinggalkan Markas Usai Berselisih dengan Komandan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:00 WIB

63 Views ㅤ

Tentara Israel. (Foto: @IDFSpokesperson/X)

Tel Aviv, MINA – Sekitar 100 tentara Israel dilaporkan meninggalkan markas militer setelah terlibat perselisihan dengan komandan mereka terkait penempatan tugas.

Insiden tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan meningkatnya ketegangan di internal militer Israel di tengah operasi yang masih berlangsung di sejumlah front konflik. Media Israel KAN melaporkan, Sabtu (1/8).

Perselisihan bermula ketika para prajurit menolak keputusan komandan yang memerintahkan mereka kembali menjalankan misi operasi.

Penolakan itu berujung pada aksi meninggalkan markas secara bersama-sama sebelum akhirnya pihak militer turun tangan menangani situasi tersebut.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Militer Israel mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa para prajurit yang terlibat telah diperintahkan kembali ke kesatuan masing-masing.

Otoritas militer juga membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti perselisihan sekaligus menentukan langkah disipliner terhadap personel yang melanggar aturan.

Kasus ini menambah daftar persoalan internal yang dihadapi militer Israel selama konflik berkepanjangan di Gaza dan kawasan sekitarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, media Israel melaporkan meningkatnya tekanan psikologis, kelelahan tempur, serta menurunnya moral sebagian prajurit akibat panjangnya masa penugasan dan intensitas operasi militer yang tinggi.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Di saat yang sama, Israel masih mengerahkan pasukannya di sejumlah wilayah, termasuk Jalur Gaza, Lebanon selatan, dan sebagian wilayah Suriah.

Operasi di berbagai front tersebut membuat kebutuhan personel terus meningkat, sementara pemerintah Israel juga menghadapi kritik domestik terkait kebijakan wajib militer dan mobilisasi pasukan cadangan.

Insiden di markas militer tersebut menunjukkan tantangan yang semakin besar bagi Israel dalam menjaga soliditas pasukan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Kondisi internal militer menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas operasi Israel apabila perang di kawasan terus berlanjut. []

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)


Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Rekomendasi untuk Anda