Jakarta, MINA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga berada di kisaran Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6).
Pelemahan mata uang Garuda dipicu kombinasi sentimen global, mulai dari menguatnya dolar AS hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor memburu aset aman.
Pergerakan rupiah yang bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS menunjukkan tekanan eksternal masih mendominasi pasar keuangan domestik. Pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan meningkatkan volatilitas pasar global.
Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Kondisi tersebut membuat arus modal global cenderung mengalir ke aset-aset berbasis dolar sehingga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Analis menilai pelemahan rupiah saat ini tidak terlepas dari meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi global. Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, dolar AS kembali menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset mereka.
Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi guna menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali. Koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah juga terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan pasar serta meminimalkan dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian nasional.
Para ekonom memperkirakan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik, pergerakan harga energi, serta kebijakan moneter Amerika Serikat.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Selama faktor-faktor tersebut belum menunjukkan perbaikan signifikan, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic