New York, MINA — Rusia menyatakan kesediaannya membantu menstabilkan situasi di Selat Hormuz dan kawasan Teluk yang terdampak konflik Iran-Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Sabtu (26/9).
Lavrov mengatakan stabilitas kawasan membutuhkan hubungan yang dilandasi kepercayaan antara negara-negara Teluk, negara-negara Arab, dan Iran. Menurutnya, Rusia bersama negara-negara lain yang bertanggung jawab siap memberikan kontribusi konstruktif untuk menciptakan stabilitas di kawasan strategis tersebut. RTnews melaporkan.
Pernyataan Moskow itu disampaikan ketika Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik utama dalam konflik yang melibatkan Iran dan AS. Jalur perairan tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan energi dunia. Sebelum pecahnya perang Iran, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia tercatat melewati selat tersebut.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga menekankan pentingnya menjamin pelayaran yang aman dan tidak terhambat melalui Selat Hormuz serta Bab el-Mandeb.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Keduanya menyerukan penghentian segera permusuhan di Yaman dan penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomatik.
Upaya menjaga kebebasan pelayaran juga menjadi perhatian sejumlah negara di forum PBB. Prancis sebelumnya mulai menyusun rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mendorong pembentukan misi internasional yang bertujuan memulihkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Di tengah situasi tersebut, Rusia sebelumnya menegaskan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat diwujudkan tanpa melibatkan seluruh negara yang berbatasan dengan jalur perairan itu, termasuk Iran.
Moskow juga menyerukan penghentian permusuhan dan penyelesaian melalui perundingan sebagai jalan untuk memulihkan kebebasan navigasi. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic