Moscow, MINA — Otoritas Rusia dilaporkan menahan 40 warga Israel setibanya di Bandara Domodedovo, Moskow, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Moskow dan Tel Aviv yang dipengaruhi konflik kawasan Timur Tengah.
Sedikitnya 40 warga Israel, termasuk di antaranya pemegang kewarganegaraan ganda Rusia-Israel, ditahan selama beberapa jam oleh aparat keamanan Rusia.
Mereka dilaporkan menjalani pemeriksaan intensif dan interogasi sebelum akhirnya dibebaskan setelah sekitar lima jam penahanan. RT melaporkan, Kamis (23/4).
Selama penahanan, aparat keamanan Rusia disebut menyita telepon genggam para pelancong dan melakukan pemeriksaan terhadap data pribadi mereka.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Sejumlah laporan juga mengungkap adanya perlakuan keras, termasuk interogasi panjang tanpa akses memadai terhadap makanan dan minuman.
Para warga Israel tersebut diwajibkan menandatangani dokumen peringatan, meski isi dokumen tersebut tidak dipublikasikan. Pemerintah Israel mengonfirmasi adanya insiden itu dan menyatakan tengah memantau situasi melalui jalur diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Insiden ini terjadi di tengah menguatnya hubungan strategis antara Rusia dan Iran, terutama dalam konteks konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya.
Sejumlah laporan menyebutkan Rusia diduga memberikan dukungan intelijen kepada Iran dalam menghadapi tekanan militer dari Barat, yang turut memengaruhi dinamika hubungan Moskow dengan Israel. []
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic