Jakarta, MINA – Dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan untuk koperasi masjid di Indonesia sebesar 15.000 Dolar AS atau setara dengan Rp252 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum mengatakan, program yang digagas oleh ANGKASA tidak jauh berbeda dengan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang sama-sama memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar masjid.
“Melalui program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), kami ingin masjid bukan hanya menjadi tempat shalat tetapi juga menjadi pusat kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Mahdum dalam keterangan yang dikutip, Jumat (6/2).
Dengan adanya program ini, lanjut Mahdum, masyarakat diharapkan tidak lagi mencari pinjaman melalui rentenir maupun pinjaman-pinjaman berbunga lainnya yang bisa memberatkan masyarakat..
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Beberapa masjid penerima bantuan ini antara lain Masjid An-Ni`mah (Ciracas, Jakarta Timur), Masjid At-Taqwa (Jatinegara, Jakarta Timur), Masjid As-Sholihin (Cisarua, Bandung Barat), Masjid Daarul Rihlah (Rancabali, Kabupaten Bandung), serta Masjid Al-Hurriyah (Kampus IPB, Bogor).
Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah mengungkapkan rasa senangnya dapat berkunjung langsung ke kantor BAZNAS RI dalam rangka silaturahmi dan juga berbagi pengetahuan mengenai program-program masjid yang dapat menghidupkan ekonomi masyarakat.
“Saya senang berada di sini berbagi pengalaman, pengetahuan tentang pentingnya koperasi masjid bagi kesejahteraan masyarakat di negara masing-masing. Ini juga mencerminkan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Malaysia,” kata Datuk Fattah.
Datuk Fattah menjelaskan, bantuan dana sebesar Rp252 juta untuk koperasi masjid ini nantinya akan diberikan kepada beberapa masjid di Indonesia yang memiliki koperasi.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mengenai jenis koperasi dan aktivitasnya, Datuk Fattah menyerahkan sepenuhnya kepada potensi di masing-masing masjid di daerah. Misalnya, bisa untuk program pembiayaan mikro atau pinjaman kecil, untuk modal usaha dagang bagi pelaku UMKM, atau kegiatan ekonomi lainnya.
Selain bantuan dana, tambah dia, tentu juga akan ada pembekalan dan pelatihan bagi para pengelola koperasi masjid.
Datuk Fattah menambahkan, kerja sama dengan BAZNAS merupakan salah satu langkah ANGKASA dalam membangun jejaring antar masjid di seluruh dunia melalui kegiatan ekonomi. Selain dengan Indonesia kata dia, ANGKASA juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara ASEAN lainnya, antara lain Kamboja, Thailand, dan juga Vietnam yang akan menyusul.
ANGKASA adalah badan puncak (apex) bagi gerakan koperasi nasional di Malaysia yang diakui secara resmi oleh pemerintah Malaysia. Organisasi ini didirikan dan terdaftar pada 12 Mei 1971 di bawah Ordinan Koperatif Malaysia dan sejak itu berperan sebagai motor utama pengembangan gerakan koperasi di Malaysia.[]
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic