New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Israel untuk membatalkan larangan operasi sejumlah organisasi kemanusiaan non-pemerintah internasional di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Gaza, dan menyatakan keprihatinannya atas tindakan tersebut.
“Pengumuman ini merupakan tambahan dari pembatasan sebelumnya yang telah menunda masuknya pasokan makanan, medis, kesehatan, dan tempat tinggal penting ke Gaza,” kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, Sabtu (3/1).
Laporan Quds Press mengatakan, menurut Guteres, langkah terbaru pelarangan terhadap 53 organisasi kemanusiaan itu akan semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina.
Dalam pernyataan bersama, organisasi-organisasi tersebut mengatakan keputusan untuk menangguhkan kegiatan sejumlah organisasi mereka diambil pada saat warga sipil di Jalur Gaza menghadapi kebutuhan kemanusiaan mendesak dan meluas.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Menurut pernyataan tersebut, 37 organisasi non-pemerintah internasional menerima pemberitahuan resmi pada tanggal 30 Desember bahwa pendaftaran mereka berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, setelah itu periode 60 hari akan diaktifkan, yang mewajibkan organisasi-organisasi ini untuk menghentikan operasi mereka di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
















Mina Indonesia
Mina Arabic