Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen Antikongres AS Capai Titik Tertinggi Sejak Perang Irak

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 2 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Ahad, 2 Agustus 2026 - 09:27 WIB

21 Views ㅤ

Suasana sidang di parlemen (Kongres) AS (foto: X)

Washington, MINA – Gelombang sentimen negatif terhadap Kongres Amerika Serikat dilaporkan mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, bahkan melampaui kemarahan publik yang pernah muncul pada masa perang Irak.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal serius terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif di tengah meningkatnya polarisasi politik di Negeri Paman Sam. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (2/8).

Sejumlah hasil jajak pendapat menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kongres terus merosot akibat kebuntuan politik, persaingan tajam antara Partai Demokrat dan Partai Republik, serta lambatnya penyelesaian berbagai persoalan nasional.

Isu ekonomi, inflasi, imigrasi, hingga kebijakan luar negeri turut memperbesar ketidakpuasan warga.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rendahnya tingkat kepercayaan terhadap Kongres dapat berdampak pada stabilitas demokrasi Amerika Serikat. Polarisasi yang semakin tajam dinilai menghambat proses pengambilan keputusan, termasuk dalam pembahasan anggaran, reformasi kebijakan, dan respons terhadap berbagai krisis domestik maupun internasional.

Laporan tersebut juga menyebut meningkatnya ketidakpuasan publik dipengaruhi oleh persepsi bahwa anggota Kongres lebih mengutamakan kepentingan politik partai dibandingkan kepentingan masyarakat.

Kondisi ini memicu tuntutan agar dilakukan reformasi kelembagaan guna meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas kerja parlemen.

Sejak era Perang Irak pada awal 2000-an, kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik Amerika memang mengalami fluktuasi. Namun, sejumlah survei terbaru menunjukkan tingkat skeptisisme terhadap Kongres kini berada pada level yang lebih tinggi, mencerminkan semakin besarnya jarak antara publik dan para pembuat kebijakan di Washington.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Pemulihan kepercayaan publik akan bergantung pada kemampuan Kongres menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat tata kelola pemerintahan.

Tanpa langkah nyata untuk mengurangi polarisasi politik dan meningkatkan kinerja legislatif, sentimen negatif terhadap Kongres diperkirakan masih akan berlanjut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda