Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Pemilu, Trump Tebar Janji Beri 5.000 Dolar untuk Warga AS Jika Menang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

Kamis, 10 September 2026 - 20:15 WIB

42 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump (foto: IG)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan pembayaran sebesar 5.000 dolar AS (sekitar Rp.88 juta) kepada setiap warga dewasa Amerika jika Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu sela November mendatang.

Trump menyampaikan tawaran tersebut dalam Konvensi Nasional Partai Republik untuk pemilu sela di Dallas, Texas, Rabu (9/9). Ia menyebut pembayaran itu sebagai “Trump dividend” dan mengatakan dana tersebut harus dibelanjakan di Amerika Serikat.

Trump tidak memberikan penjelasan rinci mengenai sumber pendanaan maupun mekanisme hukum untuk merealisasikan pembayaran tersebut. Berdasarkan jumlah penduduk dewasa AS, kebijakan itu berpotensi membutuhkan anggaran lebih dari 1 triliun dolar AS. Anadolu melaporkan.

Wakil Presiden AS JD Vance kemudian memberi indikasi bahwa pembayaran tersebut kemungkinan tidak berlaku bagi warga berpenghasilan tinggi. Vance juga menyebut pendapatan dari tarif dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan, meskipun sejumlah analisis mempertanyakan kecukupan dana tersebut untuk membiayai program.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Janji tersebut disampaikan ketika Partai Republik menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas di Kongres pada pemilu sela 3 November 2026. Trump menjadikan dirinya sebagai bagian penting dari kampanye dengan meminta para pemilih membayangkan dirinya ikut berada dalam surat suara.

Situasi politik tersebut berlangsung di tengah rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap Trump. Sejumlah kandidat Partai Republik yang menghadapi persaingan ketat bahkan memilih tidak menghadiri konvensi karena khawatir keterkaitan terlalu dekat dengan presiden dapat merugikan kampanye mereka.

Perang dengan Iran juga menjadi salah satu isu utama dalam pidato Trump. Ia mempertahankan kebijakannya terhadap Iran sekaligus mengaitkan pemilu sela dengan masa depan pemerintahannya dan Partai Republik. Konflik tersebut turut menjadi perhatian publik karena berdampak pada harga energi dan biaya hidup di Amerika Serikat.

Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan pembayaran kepada masyarakat melalui penerimaan tarif, tetapi rencana tersebut belum terealisasi. Kali ini, usulan US$5.000 kembali menuai pertanyaan mengenai sumber dana, persetujuan Kongres, serta kelayakan pelaksanaannya. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda