Gaza, MINA – Lapangan sepak bola sederhana di Jalur Gaza menjadi ruang hiburan sekaligus harapan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah agresi militer Israel. Di tengah kehancuran permukiman, kehilangan anggota keluarga, dan keterbatasan fasilitas publik.
Aktivitas bermain sepak bola memberi mereka kesempatan untuk sejenak melupakan trauma akibat perang yang telah berlangsung berbulan-bulan. Al-Jazeera melaporkan, Senin (6/7).
Sejumlah relawan dan pelatih lokal secara rutin menggelar sesi latihan serta permainan bagi anak-anak di berbagai lokasi pengungsian maupun area yang masih memungkinkan digunakan.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak melalui interaksi sosial, kerja sama tim, dan suasana yang lebih menyenangkan di tengah situasi kemanusiaan yang sulit.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Menurut para pekerja kemanusiaan, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak konflik. Banyak di antara mereka mengalami tekanan mental akibat kehilangan rumah, sekolah, maupun orang-orang terdekat.
Program olahraga, termasuk sepak bola, dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan psikososial yang efektif untuk mengurangi stres, membangun kembali rasa percaya diri, dan menumbuhkan semangat menjalani kehidupan sehari-hari.
Data berbagai lembaga kemanusiaan menunjukkan bahwa perang di Gaza telah menyebabkan jutaan warga mengungsi, sementara ribuan anak kehilangan akses terhadap pendidikan dan ruang bermain yang aman.
Organisasi-organisasi internasional, termasuk badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, berulang kali menegaskan pentingnya penyediaan layanan kesehatan mental dan dukungan psikososial bagi anak-anak sebagai bagian dari respons darurat kemanusiaan.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Meski fasilitas olahraga di Gaza banyak yang rusak akibat serangan, semangat anak-anak untuk bermain tidak surut. Mereka memanfaatkan lapangan seadanya, bahkan area terbuka di dekat tenda pengungsian, untuk menendang bola bersama teman-teman.
Bagi mereka, sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan simbol harapan, kebersamaan, dan keteguhan menghadapi situasi yang belum menentu.
Para pegiat kemanusiaan berharap masyarakat internasional tidak hanya memberikan bantuan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan, tetapi juga mendukung program perlindungan anak yang mencakup pendidikan, rekreasi, serta pemulihan trauma.
Mereka menilai, memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk bermain dan belajar merupakan bagian penting dalam menjaga masa depan generasi Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. []
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic