Khartoum, MINA – Sedikitnya delapan warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan drone di wilayah Um Sharu, daerah Sodari, Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan.
Kelompok hak asasi manusia Sudan, Emergency Lawyers, mengatakan serangan tersebut terjadi pada Kamis ketika warga sipil sedang melakukan perjalanan di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya pada Jumat (28/8) yang dikutip dari Anadolu, Emergency Lawyers menyebut delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka berdasarkan data awal yang berhasil didokumentasikan.
Serangan drone tersebut juga menghancurkan empat kendaraan sipil. Kelompok itu mengatakan drone kembali menyerang ketika warga berusaha mengevakuasi korban yang terluka.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Emergency Lawyers menyatakan tidak ada keberadaan militer di lokasi saat serangan terjadi. Tidak ada pula bentrokan bersenjata yang berlangsung di kawasan tersebut.
Kelompok tersebut mengecam serangan itu karena dinilai semakin memperburuk penderitaan warga sipil dan membuat korban terluka semakin sulit mendapatkan perawatan medis.
Emergency Lawyers mengatakan serangan terhadap warga sipil tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan berpotensi menjadi kejahatan perang.
Namun, kelompok tersebut tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone itu.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Hingga Jumat siang, belum ada pernyataan dari militer Sudan maupun Pasukan Dukungan Cepat (RSF) mengenai serangan tersebut.
Kordofan Utara, Kordofan Barat, dan Kordofan Selatan menjadi salah satu medan pertempuran utama dalam konflik Sudan.
Pertempuran antara militer Sudan dan RSF terus berlangsung di wilayah tersebut.
Perang Sudan telah berlangsung sejak April 2023 setelah pertempuran pecah antara militer Sudan dan RSF.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga internasional, konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta warga Sudan mengungsi.
Serangan drone menjadi salah satu bagian penting dalam konflik Sudan.
Serangan tersebut tidak hanya menyasar posisi militer, tetapi juga semakin menimbulkan ancaman bagi warga sipil di wilayah yang dilanda pertempuran.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic