Kurmuk, MINA – Kuburan massal berisi jasad 25 warga sipil ditemukan di wilayah Kurmuk, Negara Bagian Blue Nile, Sudan, lebih dari sebulan setelah tentara Sudan merebut kembali kota strategis tersebut dari pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
The New Arab melaporkan pada Selasa (11/8), Komisioner Kurmuk, Abdel Aty Mohamed al-Faki, mengatakan jasad yang ditemukan dalam kuburan massal tersebut termasuk perempuan, anak-anak dan pekerja kesehatan.
Kuburan massal di Kurmuk ditemukan pada Senin (10/8) di dekat Jebel Fankat dalam operasi penyisiran yang dilakukan setelah tentara Sudan merebut kembali wilayah tersebut dari RSF dan sekutunya.
Al-Faki menyebut, RSF mengeksekusi para korban ketika kelompok tersebut menguasai Kurmuk.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Namun, kondisi di lapangan membuat laporan mengenai penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat diverifikasi secara independen.
Penemuan kuburan massal di Kurmuk terjadi lebih dari sebulan setelah tentara Sudan merebut kembali kota tersebut pada 8 Juli, setelah terlibat pertempuran dengan RSF dan faksi Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N) yang dipimpin Abdelaziz al-Hilu.
RSF dan SPLM-N sebelumnya merebut Kurmuk pada 24 Maret dalam serangan di wilayah Blue Nile, yang membuka front baru dalam perang Sudan yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Jebel Fankat, lokasi ditemukannya kuburan massal di Kurmuk, sebelumnya digunakan RSF sebagai posisi untuk meluncurkan drone bunuh diri selama pertempuran memperebutkan kota tersebut, menurut Al-Faki.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Ditemukannya pekerja kesehatan di antara jasad juga kembali menyoroti dugaan serangan terhadap fasilitas medis ketika RSF merebut Kurmuk pada Maret lalu.
Jaringan Dokter Sudan saat itu menuduh anggota RSF menjarah fasilitas kesehatan, menghancurkan rumah sakit utama di Kurmuk, serta menyerang tenaga medis setelah memasuki kota tersebut.
Kelompok medis independen itu menyebut peralatan dan persediaan medis dijarah, sementara seorang pekerja kesehatan mengalami luka serius. Ribuan warga juga dilaporkan melarikan diri dari wilayah tersebut.
RSF pada saat itu tidak memberikan tanggapan terhadap tuduhan Jaringan Dokter Sudan.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Penemuan kuburan massal di Kurmuk menambah daftar dugaan kekejaman terhadap warga sipil dalam perang Sudan yang telah berlangsung sejak April 2023.
Konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan RSF telah menyebabkan jutaan orang mengungsi serta memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
















Mina Indonesia
Mina Arabic