Washington, MINA – Serangan rudal dan drone Iran telah menyebabkan “kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya” pada jaringan intelijen Amerika Serikat di Timur Tengah, dengan kerugian diperkirakan mencapai miliaran dolar. Demikian laporan NBC News mengutip empat sumber yang mengetahui masalah ini.
Serangan tersebut merusak bangunan, sistem radar, dan peralatan pengumpul intelijen yang digunakan oleh CIA dan badan intelijen AS lainnya.
Skala kehancuran digambarkan lebih besar daripada yang pernah dialami komunitas intelijen Amerika sebelumnya. TRT World melaporkan, Kamis (27/8).
Fasilitas Intelijen dan Radar Jadi Sasaran
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di antara situs yang terkena serangan sepanjang konflik adalah: stasiun CIA di Riyadh, Arab Saudi, sebuah fasilitas di Irak timur dan instalasi radar dan pengawasan sensitif di sejumlah negara.
Citra satelit dan bukti visual mengungkapkan kehancuran pada sistem canggih, termasuk: Radar AN/TPY-2 di Yordania, Radar AN/FPS-12 phased-array di Qatar, dan kerusakan pada instalasi di UEA, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Serangan tersebut juga membebani persediaan pertahanan udara AS. Sebuah laporan CSIS pada Juli 2026 memperkirakan bahwa 65 persen interceptor Patriot AS telah digunakan antara Februari dan Juli, serta inventaris interceptor THAAD turun setidaknya 38 persen. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic