Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Israel Hantam Universitas Negeri Lebanon, Direktur Fakultas dan Profesor Meninggal

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:44 WIB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:44 WIB

45 Views ㅤ

Universitas negeri Lebanon (foto: X)

Beirut, MINA – Serangan udara Israel menghantam kompleks Universitas Negeri Lebanon di pinggiran selatan ibu kota Beirut, Jumat (13/3) menewaskan dua akademisi senior yang merupakan pimpinan dan pengajar di kampus tersebut.

Insiden ini menambah daftar korban sipil dalam eskalasi konflik yang terus meningkat antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Al-Mayadeen melaporkan.

Media Lebanon itu melaporkan bahwa korban tewas adalah Direktur Fakultas Sains Hussein Bazzi dan Profesor Mortada Srour. Keduanya dilaporkan berada di area halaman kampus saat serangan drone Israel menghantam kawasan tersebut.

Serangan tersebut terjadi di kampus Universitas Lebanon yang terletak di kawasan Hadath, wilayah pinggiran Beirut yang dalam beberapa hari terakhir menjadi sasaran operasi militer Israel.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Ledakan dilaporkan menyebabkan kepanikan di lingkungan kampus dan memicu kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan di sekitar lokasi.

Eskalasi kekerasan di Lebanon meningkat sejak awal Maret 2026 setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas dengan serangkaian serangan udara Israel ke berbagai wilayah Lebanon, termasuk Beirut dan wilayah selatan negara itu.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel dilaporkan menghantam sejumlah target di Lebanon, mulai dari kawasan permukiman hingga fasilitas publik. Situasi tersebut memperburuk krisis kemanusiaan di negara itu, dengan ratusan warga sipil dilaporkan tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat konflik yang semakin meluas.

Serangan terhadap institusi pendidikan menunjukkan semakin luasnya dampak konflik terhadap sektor sipil di Lebanon. Komunitas internasional pun kembali menyerukan penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas publik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. []

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda