Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hezbollah Tegaskan Perlawanan, Tolak Negosiasi dan Serahkan Senjata ke Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 28 April 2026 - 11:40 WIB

Selasa, 28 April 2026 - 11:40 WIB

11 Views ㅤ

Sekjen Hezbollah Lebanon Sheikh Naeem Qassem. (Gambar: SW News)

Beirut, MINA – Kelompok perlawanan Hezbollah di Lebanon menegaskan penolakan keras terhadap rencana negosiasi antara Lebanon dan Israel, serta menolak menyerahkan senjata mereka, dengan menyatakan akan terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem menyebut negosiasi langsung dengan Israel sebagai langkah yang tidak dapat diterima, bahkan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap rakyat Lebanon. Al-Mayadeen melaporkan, Selasa (28/4).

Ia menegaskan bahwa Hezbollah tidak akan terlibat dalam hasil perundingan apa pun yang dilakukan pemerintah Lebanon dengan Israel, dan tetap berkomitmen melanjutkan “perlawanan defensif” di tengah konflik yang masih berlangsung.

Selain menolak negosiasi, Hezbollah juga secara tegas menyatakan tidak akan melucuti senjatanya. Kelompok tersebut menilai senjata yang dimiliki merupakan bagian penting dari strategi pertahanan terhadap agresi Israel.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Penolakan ini muncul di tengah upaya diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat untuk mendorong dialog antara Israel dan Lebanon, yang bertujuan meredakan konflik di perbatasan kedua negara.

Situasi semakin kompleks karena di dalam negeri Lebanon sendiri terjadi perbedaan sikap. Pemerintah Lebanon cenderung membuka ruang negosiasi, sementara Hezbollah menilai langkah tersebut berpotensi merugikan kedaulatan negara.

Di lapangan, ketegangan militer masih terus berlangsung. Serangan Israel di sejumlah wilayah Lebanon dilaporkan tetap terjadi meskipun sempat ada upaya gencatan senjata, yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sikap Hezbollah menunjukkan bahwa proses perdamaian akan menghadapi tantangan besar, terutama jika isu pelucutan senjata tetap menjadi syarat utama dalam negosiasi. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda