Jabalia, MINA – Air mata haru mewarnai rumah keluarga Al-Banna di kota Jabalia, Gaza utara, setelah mereka dipertemukan kembali dengan putra mereka yang selama setahun diyakini telah tewas ditembak tentara Zionis Israel.
Hamada Al-Banna yang berusia 23 tahun ternyata ditahan di penjara Zionis Israel selama itu. Seperti dilaporkan MEMO.
Rumah keluarga yang rusak akibat pemboman Israel menjadi saksi tangis kegembiraan ketika Hamada kembali secara tak terduga.
Keluarganya telah kehilangan harapan untuk melihatnya lagi setelah sebelumnya meyakini bahwa Hamada dan saudara laki-lakinya, Adham, ditembak mati oleh pasukan Zionis Israel saat dalam perjalanan mengumpulkan bantuan makanan selama puncak kelaparan yang melanda Jalur Gaza pada musim panas 2025.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Pada Senin (6/7), pihak berwenang Zionis Israel membebaskan Hamada bersama dengan 16 tahanan Palestina lainnya. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memindahkan mereka ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah, sebelum Hamada akhirnya kembali ke keluarganya di utara Gaza.
Ibunya, Widad, pingsan setelah mendengar suara putranya untuk pertama kalinya dalam panggilan telepon setelah pembebasannya. Beberapa jam kemudian, ia kembali pingsan saat memeluk putranya ketika Hamada tiba di rumah.
Seorang koresponden Anadolu menyaksikan reuni emosional keluarga itu, yang menjadi cermin penderitaan ratusan keluarga Palestina yang masih belum mengetahui nasib kerabat mereka sejak dimulainya kampanye militer Zionis Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic