Washington, MINA – Jaringan kedai kopi global Starbuck kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pegawai korporat di Amerika Serikat sebagai bagian dari langkah efisiensi dan restrukturisasi bisnis perusahaan di tengah tekanan biaya operasional global.
Perusahaan baru-baru ini mengumumkan akan memangkas sekitar 300 posisi pegawai di kantor pendukung regional di Amerika Serikat. Langkah tersebut juga dibarengi peninjauan terhadap organisasi internasional perusahaan yang berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja tambahan di luar AS. Media lokal AS NBCRightnow melaporkan.
Dalam kebijakan terbaru itu, Starbucks disebut akan mengonsolidasikan sejumlah kantor regional, termasuk menutup beberapa kantor di Atlanta, Burbank, Chicago, dan Dallas. Meski demikian, perusahaan menegaskan operasional gerai kopi dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak terdampak langsung oleh restrukturisasi tersebut.
CEO Brian Niccol diketahui tengah menjalankan strategi transformasi bisnis sejak akhir 2024 dengan fokus pada efisiensi perusahaan dan penguatan operasional gerai. Strategi itu mencakup investasi besar untuk penambahan staf barista, pembenahan layanan, hingga penguatan sistem digital perusahaan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Namun, di sisi lain, margin laba operasional Starbucks dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa kuartal terakhir.
Gelombang PHK tersebut menambah daftar panjang efisiensi yang dilakukan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya Starbucks juga telah memangkas lebih dari 1.100 pegawai korporat serta menutup sejumlah gerai di Amerika Utara sebagai bagian dari upaya menekan biaya operasional hingga miliaran dolar AS.
Di tengah perlambatan ekonomi global, banyak perusahaan multinasional mulai melakukan restrukturisasi guna menjaga profitabilitas dan menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Tekanan inflasi, pelemahan daya beli masyarakat, serta meningkatnya biaya distribusi dan tenaga kerja menjadi tantangan utama sektor ritel dan makanan-minuman internasional dalam dua tahun terakhir. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic