Tel Aviv, MINA – Sebanyak 92 persen warga Israel meyakini Iran keluar sebagai pemenang dalam konflik terbaru yang melibatkan Teheran, Israel, dan Amerika Serikat.
Hasil survei tersebut menunjukkan tingginya kekecewaan publik Israel terhadap hasil perang yang dinilai gagal mencapai tujuan strategis yang telah dicanangkan pemerintah. Media KAN melaporkan, Selasa (23/6).
Survei dilakukan oleh Institut Agam bekerja sama dengan Universitas Ibrani Yerusalem itu menemukan bahwa mayoritas responden menilai perang justru memperkuat posisi Iran di kawasan.
Selain itu, sekitar 83 persen responden berpendapat konflik tersebut telah melemahkan keamanan jangka panjang Israel, sementara 86 persen memberikan penilaian negatif terhadap jalannya perang.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Hasil jajak pendapat tersebut juga memperlihatkan menurunnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sebagian besar responden menyatakan tidak percaya terhadap klaim pemerintah mengenai keberhasilan perang, dan menilai target utama operasi militer belum tercapai secara penuh.
Temuan itu muncul di tengah berkembangnya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan bagi perundingan lebih lanjut mengenai isu keamanan dan program nuklir Teheran.
Kesepakatan tersebut menuai kritik dari sebagian kalangan di Israel yang menganggapnya memberikan keuntungan politik dan ekonomi bagi Iran.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang kritik terhadap pemerintah Israel terus meningkat.
Sejumlah survei sebelumnya juga menunjukkan menurunnya kepercayaan publik terhadap efektivitas strategi militer Israel dalam menghadapi Iran, seiring tingginya biaya ekonomi dan keamanan yang harus ditanggung masyarakat.
Hasil survei tersebut mencerminkan perubahan signifikan dalam persepsi publik Israel terhadap konflik regional. Tekanan politik terhadap pemerintahan Netanyahu diperkirakan akan semakin besar menjelang agenda politik nasional berikutnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic