Bogor, MINA – Perempuan memiliki peran mendasar dan strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai keimanan, serta mempersiapkan generasi yang memiliki komitmen terhadap perjuangan Islam dan pembebasan Baitul Maqdis.
Pesan kuat ini mengemuka dalam Talk Show Interaktif bertema “Perempuan dan Baitul Maqdis: Peran, Keteguhan, dan Solidaritas” yang digelar sebagai bagian dari Festival Baitul Maqdis. Acara ini berlangsung pada Ahad (8/11) pukul 09.00–11.30 WIB di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Cibubur, Bogor.
Forum edukasi ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan aktivis serta relawan kemanusiaan yang pernah bertugas langsung di jalur Gaza, Palestina. Di antaranya adalah Ita Muswita, A.Md.Kep., Annisa Theresia, S.Sos., M.Si., Marsha Chikita Fawzi, M.M., dan Farida Thalib, S.I.Kom.
Relawan kemanusiaan Gaza, Ita Muswita, A.Md.Kep., menceritakan keteguhan luar biasa dari para perempuan di Gaza yang terus berjuang mempertahankan garis keturunan dan eksistensi generasi penerus Palestina di tengah gempuran konflik.
Baca Juga: Fashion Muslimah Bertema Palestina sebagai Wujud Kepedulian dan Solidaritas
“Perempuan Gaza sangat luar biasa. Dalam kondisi sulit, sedang perang mereka tetap memilih untuk hamil agar generasi penerus terus berlanjut. Anak-anak Gaza harus tetap ada, apa pun kondisinya. Mereka yakin pada perintah Allah, sedangkan urusan rezeki dan umur sepenuhnya diserahkan kepada-Nya,” ungkap Ita.
Ita juga membagikan kisah menyentuh tentang seorang ibu di Gaza yang baru saja kehilangan anaknya, namun keesokan harinya sudah kembali memimpin rapat. Ketika ditanya, ibu tersebut menjawab bahwa kondisi Gaza saat ini tidak memberikan ruang bagi mereka untuk larut dalam duka.
Dari keteguhan tersebut, Ita mengingatkan umat Islam di Indonesia, khususnya kaum perempuan, untuk mengambil tindakan nyata. Salah satu langkah konkret dan konsisten yang bisa dilakukan dari rumah adalah dengan melakukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung penjajahan.
Senada dengan hal itu, aktivis kemanusiaan Annisa Theresia, S.Sos., M.Si., menyoroti bagaimana kuatnya ketauhidan anak-anak di Gaza. Kuatnya fondasi iman tersebut tidak lepas dari visi jangka panjang yang telah ditanamkan oleh orang tua mereka, bahkan sejak sebelum ikatan pernikahan dimulai.
Baca Juga: 4 Amalan Muslimah yang Membuka Pintu Surga
“Ketika bom jatuh di dekat mereka, anak-anak Gaza berteriak ‘Allah, Allah, Allah!’, bukan memanggil ibu atau ayahnya. Sungguh luar biasa tauhid yang diajarkan orang tua mereka. Ujian di Baitul Maqdis ini sudah berada di tingkat tertinggi,” kata Annisa.
Annisa juga mengingatkan bahwa perjuangan saat ini bukan hanya di medan tempur fisik, melainkan juga perang narasi di dunia internasional. Ia menegaskan umat Islam harus selalu siap berkontribusi agar peran mulia ini tidak digantikan oleh kaum yang lain.
Selain itu, Pengurus Maemunah Centre Indonesia, Farida Thalib, S.I.Kom., dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran ibu di dalam rumah untuk mulai menanamkan kecintaan terhadap Al-Aqsha sejak dini. Melalui literasi yang tepat, anak-anak bisa bertumbuh dengan kesadaran historis dan spiritual yang kuat.
“Untuk saat ini, akses ke sana mungkin tidak semudah beberapa tahun lalu. Tapi saya yakin, para ibu bisa menanamkan kecintaan terhadap Gaza dan Palestina di rumah masing-masing, salah satunya melalui media komik dan bacaan yang informatif terkait pejuang Palestina,” ujar Farida.
Baca Juga: Belajar Tidak Harus Berhenti Meski Sudah Berkeluarga
Ia mengajak para ibu yang hadir untuk meneladani Hannah, ibunda Maryam binti Imran, yang sejak awal telah meniatkan anaknya untuk diwakafkan demi menjaga Baitul Maqdis.
“Setiap anak yang belum lahir, mari kita niatkan untuk menjadi pejuang pembebasan Masjid Al-Aqsha,” serunya.
Menutup jalannya diskusi, aktivis kemanusiaan Marsha Chikita Fawzi, M.M., menegaskan pentingnya konsolidasi dan sinergi yang lebih luas. Menurutnya, gerakan dari masyarakat sipil harus diimbangi dengan kebijakan tegas dari para pemangku kebijakan global demi menghentikan penjajahan di tanah Palestina.[]
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Mitos Bantuan untuk Wanita Bercerai pada Era Genosida Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic