Gaza, MINA – Tiga warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya, termasuk anak-anak,l terluka pada Selasa dini hari (29/9) dalam serangan udara dan tembakan Israel di Jalur Gaza. Serangan ini terjadi di tengah pelanggaran harian terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Seorang sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan, jenazah dua warga Palestina dan sejumlah korban luka, termasuk anak-anak, dibawa ke rumah sakit setelah serangan udara Israel menyasar sebuah bangunan di lingkungan Al-Nasr, barat Kota Gaza.
Menurut Anadolu Agency, serangan itu menyasar sebuah gedung di Gedung Al-Batoul. Dua warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka, termasuk anak-anak.
Para saksi mengatakan drone bunuh diri Israel melakukan serangan setelah berputar-putar di atas area tersebut sesaat sebelum serangan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Serangan itu menyebabkan kepanikan di kalangan warga dan memicu kebakaran di bangunan yang hancur total.
Sumber-sumber lokal mengidentifikasi dua warga Palestina yang tewas dalam serangan itu sebagai Izz al-Din al-Beik dan Muhannad Abu Foul.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim bahwa al-Beik adalah komandan brigade Gaza utara Hamas.
Tidak ada komentar langsung atas klaim Israel tersebut.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 1.421 warga Palestina dan melukai 4.983 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak 8 Oktober 2023, perang genosida Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Sekitar 90 persen infrastruktur Gaza juga hancur.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic