Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (10/8) menyatakan akan menuntut kompensasi konflik dari Iran sebagai bagian dari negosiasi perdamaian, dengan merujuk pada berbagai serangan yang terjadi selama beberapa dekade yang diduga didukung atau dilakukan oleh Teheran.
Negosiasi untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz telah menemui jalan buntu, dan tuntutan barunya berisiko membuat kesepakatan cepat semakin sulit dicapai. The New Arab melaporkan.
Pengumuman Trump merupakan tanggapan langsung atas desakan Iran bahwa pembayaran reparasi perang oleh AS menjadi prasyarat bagi penyelesaian permusuhan yang sedang berlangsung.
“Saya juga menuntut kompensasi dari Iran,” ujarnya, menambahkan bahwa tuntutannya tidak hanya mencakup kerugian akibat perang saat ini, tetapi juga serangan Iran terhadap target-target AS selama lebih dari dua dekade terakhir, serta pembayaran kepada keluarga pengunjuk rasa Iran yang tewas di tangan aparat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Dalam unggahan berikutnya, Trump juga menyatakan Iran harus bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan yang ditimbulkannya di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.
Dalam pola yang sudah berulang kali terjadi, pekan lalu Trump mengancam akan menyerang Iran dengan “sangat keras”, yang berpotensi menyasar infrastruktur sipil, namun kemudian menarik kembali ancaman tersebut sembari mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai sudah dekat.
Akhir pekan lalu, Trump mengatakan ia mengambil pendekatan yang “lebih tenang” terhadap konflik ini, yang mengisyaratkan kesiapannya untuk membiarkan tekanan ekonomi meningkat alih-alih melakukan serangan militer lebih lanjut.
Axios melaporkan bahwa dalam wawancara yang diterbitkan pada Ahad, Presiden AS tersebut tidak menunjukkan rasa frustrasi atas sikap Iran yang menunda kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Teheran menuntut agar AS terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi terhadap industri minyaknya.
Di tengah macetnya negosiasi, pemblokiran selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dan mengguncang ekonomi global, sehingga memberikan tekanan pada Trump menjelang pemilihan umum paruh waktu pada bulan November.
Dalam unggahannya, Trump menyinggung peristiwa pengeboman kapal USS Cole pada tahun 2000, yang sebelumnya pernah ia sebut melibatkan Iran. Namun, serangan tersebut sebenarnya dilakukan oleh Al-Qaeda, sebuah kelompok yang memusuhi Iran.
Pada Senin, ia menegaskan bahwa berbagai tuntutan kompensasi tersebut akan dimasukkan secara tegas ke dalam setiap negosiasi di masa mendatang dengan Iran. []
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic