Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Ancam Negara yang Bantu Iran dengan Sanksi Ekonomi hingga Agresi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:59 WIB

27 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump. (Foto: The White House)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan negara mana pun yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi hingga agresi.

Ancaman itu disampaikan ketika Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran di tengah kebuntuan perundingan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (20/8).

Trump menyampaikan peringatan tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social, Rabu (19/8). Ia mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan operasi ekonomi yang disebutnya sebagai yang paling menghancurkan terhadap Iran, disertai isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Trump juga memperingatkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintah di negara lain agar tidak menjadi jalur bantuan bagi Iran.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Ia secara khusus menyoroti praktik penyelundupan minyak, transfer tunai, rumah penukaran uang, jaringan perusahaan kedok, serta jalur perdagangan yang menurutnya dapat menjadi sumber pemasukan bagi Teheran.

Ancaman tersebut berpotensi berdampak luas karena Iran masih memiliki hubungan perdagangan dengan sejumlah negara, termasuk China yang merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran.

Beijing sebelumnya menyerukan penyelesaian diplomatik dan memperingatkan bahwa tekanan ekonomi lebih lanjut dapat memicu tindakan balasan serta memperburuk ketegangan.

Iran menolak ancaman Trump tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kebijakan yang diumumkan Washington sebagai kelanjutan dari kebijakan yang telah gagal. Ia menilai tekanan ekonomi Amerika Serikat justru berpotensi memperbesar permusuhan dan tidak akan memaksa Iran menyerah.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Langkah terbaru Washington juga berlangsung ketika konflik telah mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Gangguan tersebut telah mengguncang pasar energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global. Karena itu, ancaman sanksi terhadap negara-negara yang membantu Iran berpotensi menambah tekanan pada perdagangan dan harga energi internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda