Washington, MINA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menarik pasukan militernya dari Spanyol dan Italia menyusul perbedaan sikap tajam terkait konflik dengan Iran yang kini memasuki bulan ketiga.
Langkah tersebut dipicu oleh ketidakpuasan Washington terhadap kedua negara Eropa itu yang dinilai tidak memberikan dukungan memadai dalam operasi militer menghadapi Iran.
Trump bahkan secara terbuka mengkritik sikap Madrid dan Roma yang dianggap tidak sejalan dengan strategi AS di kawasan Timur Tengah. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (2/5).
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Italia dan Spanyol tidak menunjukkan kontribusi signifikan, meski selama ini mendapat perlindungan militer dari Amerika Serikat. Ia pun membuka kemungkinan penarikan pasukan sebagai bentuk tekanan politik terhadap sekutu NATO tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Perbedaan sikap ini mencerminkan retaknya soliditas aliansi Barat dalam menyikapi konflik Iran. Spanyol, misalnya, secara tegas menolak mendukung operasi militer AS dan menilai serangan terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional, serta memilih jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Sementara itu, konflik Iran yang memanas sejak awal 2026 telah memperluas dampaknya ke berbagai kawasan strategis, termasuk Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Washington berupaya membentuk koalisi internasional guna mengamankan jalur tersebut, namun tidak semua sekutu memberikan dukungan penuh.
Ancaman penarikan pasukan ini berpotensi memperdalam ketegangan antara AS dan sekutu Eropanya, sekaligus memperlihatkan perpecahan di tubuh NATO.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Situasi tersebut akan melemahkan koordinasi internasional dan memperumit upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic